31
Jul '12

Ketika Belajar, Berbagi Bertemu Dengan Kesempatan

Adalah saya yang berkesempatan bertemu dengan mereka para perempuan hebat dan tak kenal lelah untuk selalu belajar, mereka yang harus menjalani kehidupan jauh dari keluarga tercinta tapi juga berjuang untuk keluarganya, mereka lah teman-teman Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.

Sebulan yang lalu, saya berangkat menuju Kuala Lumpur untuk mendampingi teman-teman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan TKW belajar soal bagaimana blog dan bagaimana menulis. Saya lalu berkenalan dengan beberapa teman perempuan disana, salah satunya Mbak Anazkia, seorang TKW yang sudah 6 tahun bekerja untuk urusan domestik di Malaysia, membuat saya heran sekaligus takjub. Ia yang kerjaannya selalu banyak karena harus ngurus ini dan itu untuk persoalan rumah tangga, masih sempat untuk menulis dan membagi tulisannya di beberapa blog. Ya, beberapa blog. Saya lantas bertanya, ‘kapan waktu nulisnya?’ lalu ia sambil tersenyum bilang, ‘ya, sesempetnya aja mbak, malem-malem biasanya’, lalu saya pun senyum sambil berkata dalam hati ‘hebat ya’.

Jika ada yang bilang urusan domestik rumah tangga itu mudah dan gak bikin capek, coba sini bilang ke saya Saya sendiri ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengerjakan semua pekerjaan domestik sendiri, dicatet ya sendirian. Dengan satu anak balita yang aktifnya kebangetan, rasanya saya udah kebanyakan ngeluh capek. Apalagi kadang sudut ruangan ini baru dibersihin dan sudut lainnya udah kotor lagi, terasa gak ada habis-habisnya. Malam hari digunakan untuk leyeh-leyeh karena seharian udah capek ngurus segala macem. Dan…. Mbak Anazkia membuktikan, bahwa ternyata ada banyak kesempatan untuk bisa menulis, bisa berbagi dan juga untuk belajar hal-hal baru.

Mbak Anazkia (foto : blognya Mbak Anaz)

Mbak Anaz, begitu dia akrab disapa, saya kenal dari seorang teman sesama blogger kurang lebih dua bulan lalu. Kami menjadi sering berkomunikasi dengan email,Y!M dan yang paling sering lewat Twitter atau Facebook. Saya hampir gak percaya kalo bukan Mbak Anaz sendiri yang cerita kalo dia kerja di sektor domestik. Ya, silakan liat aja tulisan di blognya, juga menulis untuk Kompasiana, Blogger Hibah Buku hingga ngurusin portal Suara TKI. Teman-teman bisa bayangin ya, mungkin Mbak Anaz motong waktu tidurnya untuk bisa terus update tulisan disana

Saya lalu berpikir, bahwa ternyata orang-orang seperti Mbak Anaz bisa terus berbagi melalui tulisan, belajar banyak hal termasuk bertanya pada siapa saja (termasuk Google) jika menemui kesulitan, adalah perempuan yang menggunakan kesempatan belajar dengan baik. Dia selalu bilang, beruntungnya dia bisa punya majikan yang baik dan mengijinkan jika ada pertemuan bersama teman yang lain sekedar ngobrol ataupun mengadakan suatu kegiatan. Kegiatannya pun beragam, belajar bahasa Inggris, belajar menulis dan gak lupa kegiatan pengajian rutin bersama teman-teman dan juga buka puasa bareng.

Di bulan puasa seperti ini pun saya rasa Mbak Anaz ingin sekali bisa berkumpul bersama keluarganya di Pemalang. Gak setiap tahun bisa pulang katanya, harus nabung buat keluarga juga. Untungnya komunikasi sekarang menjadi mudah, ketika sudah ada ponsel dan juga internet. Tidak dipungkiri, kecanggihan teknologi bisa membuat yang jauh terasa dekat. Buktinya, dia selalu bisa terhubung dengan teman-teman di Indonesia

Tidak ada kata terlambat untuk mau belajar banyak hal dan selanjutnya membaginya kembali untuk yang lain. Dari sosok Mbak Anaz, saya menyadari bahwa teman-teman perempuan dengan keterbatasan waktu sekalipun dapat berbuat banyak dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bisa menambah pengetahuan tentang apapun itu. Pinter-pinter aja bagi waktu buat kerjaan, tetap bisa berkumpul untuk belajar dan juga untuk membaginya kembali lewat tulisan. Selalu ada kesempatan untuk belajar

*/ tulisan ini diikutsertakan untuk kontes Fastron Blogging Challenge */