Pemaafan dan Belajar Memaafkan

Setiap manusia di dunia, pasti punya kesalahan
Tapi hanya pemberani, yang mau mengakui
Setiap manusia di dunia, pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa ksatria, yang mau memaafkan

Ada yang tahu bait lagu di atas?
Iya, lagu Sherina, judulnya Persahabatan yang ada di film Petualangan Sherina. Film ini emang kategori film anak, lagunya pun dinyanyikan Sherina waktu dia masih kecil. Tapi coba liat dari liriknya, saya rasa itu justru hal yang sulit bagi orang dewasa, tidak bagi anak-anak.

Beberapa waktu lalu, saat saya nganterin Alaya ke sekolahnya, saya kaget pagi-pagi udah ada anak laki-laki yang nangis, sebut aja namanya Fandi. Nah si Fandi ini ternyata di gigit pipinya sama Rama. Si Rama dan Fandi ini temen akrab banget yang memang biasa jadi anak laki-laki bandel di kelas Alaya. Heran juga kok sampe mereka yang malah berantem pake gigit-gigit pipi segala. Saya ikut liat, beneran sampe ada bekas gigitan lho di pipinya Fandi.

Ya, namanya juga anak-anak biasa suka berantem, kesel-keselan. Alaya aja pernah bilang kalo dia nangis lantaran pipinya dicubitin temen-temen cowok. Saya sih ketawa aja. Tapi selang setengah jam gak nyampe, setelah Fandi berhenti nangis, setelah Rama minta maaf (dengan malu-malu bareng mamanya) dia udah main lagi aja gitu sama Rama. Lari-larian, mainin mainan bareng, kayak gak ada sesuatu pernah terjadi sama mereka berdua. Pipinya Fandi memang masih ada bekas gigitannya, tapi mereka berdua udah main bareng lagi sambil ketawa-ketawa. Ah, anak-anak ini….

Saya lalu mikir, harusnya memang seperti itu ya memaafkan. Memberi maaf, melupakan dan udah bareng lagi. Harusnya semudah itu, semudah anak TK memahami arti memaafkan. Tapi ternyata semakin besar, semakin dewasa justru kita semakin sulit untuk menyederhanakan bagaimana memaafkan. Malah kadang ada yang berubah jadi dendam (semoga kita selalu dijauhkan dari sifat ini ya).

Padahal menjadi pemaaf itu melegakan. Seperti kata Fahd Djibran ;
Pemaafan memang tidak mengubah masa lalu, tetapi ia melapangkan masa depan.
fahd-pemaafan

*posting ini udah di draft sejak 2 bulan lalu dan baru dipublish sekarang*

3 thoughts to “Pemaafan dan Belajar Memaafkan”

  1. ya semoga aja semakin beranjaknya kita dewasa… kata maaf itu lebih mudah untuk kita maafkan agar tidak ada rasa dendam…

    karena kalau kita memaafkan terlebih dahulu.. terasa lebih indah di pandang oleh Allah dan lebih mulia…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.