19
Sep '14

Jika Bisa Kembali

Berapa kali kamu bertanya tentang hidup?
Gak semua temenmu akan menjawab dengan jawaban yang bener-bener ada dalam pikirannya atau justru malah dijawab dengan becandaan.
Saya suka bertanya tentang segala macam dalam hidup ini, misal; Apa itu hidup? Apa yang bisa bikin kamu bahagia? Apa kesedihan terbesarmu selama ini? dan lain sebagainya.

Saya tentu gak akan bertanya hal semacam ini pada teman yang jelas saya pikir akan menjawab dengan becandaan. Saya menyebut pertanyaan semacam itu adalah pertanyaan sebelum tidur, karena sebelum tidur tempat dimana saya banyak bertanya pada diri sendiri tentang banyak hal.

Seorang teman bertanya pada saya, jika saya bisa balik ke masa lalu, di titik mana kamu pengen banget pergi? saat kapan?
Hmmm… Sebenarnya, saya sudah pernah menulis kalo tombol rewind dalam hidup itu tidak pernah ada. Tapi, ya coba aja kita bermimpi, berkhayal punya temen kayak Doraemon yang bisa membawa kita ke masa kapan saja atau Mr. Peabody yang punya mesin waktu.

Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan kembali ke beberapa tahun lalu (saya gak inget kapan tepatnya) ketika saya diajak seorang teman untuk bertemu. Sebelumnya saya dan seorang teman saya itu terlibat obrolan di Facebook, ngobrol banyak karena udah bertahun-tahun gak ketemu. Biasa lah ya, gimana kabarnya, lagi sibuk hingga mimpi-mimpi saya dan dia yang kita bahas waktu itu. Sampe akhirnya saya bilang bahwa kita akan ketemu lagi dalam waktu dekat. Hari itu tiba, dimana saya seharusnya bisa bertemu, tapi karena ada satu hal yang akhirnya bikin saya gak bisa menemuinya saat itu, kita tak jadi bertemu. Saya gak nyangka saya begitu menyesal setelah mendapatkan kabar bahwa dia berpulang seminggu setelah hari itu.

Saya merasa sedih karena saya berpikir masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk bertemu. Dan ternyata saya salah, saya gak akan pernah bertemu dia lagi.

Dan, saya mengulang lagi kejadian seperti ini untuk seorang teman lagi. kejadiannya sekitar 2 tahun lalu. Serupa, ngajakin ketemu trus saya bilang saya gak bisa dan beberapa bulan kemudian dia berpulang. Rasanya kok ya saya merasa bersalah bener.

Saya gak pernah tahu waktu yang teman saya punyai dalam hidupnya, begitu juga dengan waktu yang saya punya. Saya gak bisa mengubah waktu mereka, tapi menurut saya mungkin waktu itu harusnya saya bisa usahakan untuk bertemu mereka, hingga nanti tak ada penyesalan yang hadir. Melihat wajah dan cerita mereka untuk terakhir kali. Apalagi saat melihat foto-foto zaman kuliah dulu, rasanya tetap ada yang kurang dalam hati saya.

Sayangnya (atau syukurnya?) Doraemon dan Mr. Peabody gak pernah ada, maka kita gak akan pernah bisa mengubah yang sudah terjadi. Kalo pun nanti ada yang bisa buat mesin waktu, saya rasa baiknya mesin untuk ke masa depan aja, ya gak sih?