Pinjam Buku di Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan

Demi menggalakkan #AyoMembaca marilah pinjam buku ke perpustakaan!

Sudah sebulanan ini saya dan keluarga, setiap akhir pekan berkunjung untuk pinjam buku di perpustakaan. Sebenarnya didasari keinginan menumbuhkan minat baca pada anak-anak seiring menariknya visualisasi yang ditawarkan Youtube sekarang ini. Jadi, tiap kali berkunjung selalu saya gak lupa ngetwit dan snap beberapa foto ke Instagram Story. Dari sana lumayan banyak juga yang nanya itu di mana tempatnya, sampe ada yang nanya gimana perpustakaan daerah Sumsel itu saat ini (secara mungkin mereka udah lama gak ke sana). Baiklah, untuk itu tulisan ini dibuat, kali-kali aja temen-temen yang di Palembang jadi tergerak lagi untuk berkunjung ke perpustakaan dan boleh jadi ikut meminjam buku di sana.

Perpustakaan ini sempat sering saya kunjungi saat kuliah, teks buku untuk kuliah biasanya banyak, jadi ya bagus banget kalo bisa pinjam saja, apalagi bukunya kan harganya mahal-mahal ya. Nah, sejak suami yang bikin sistem perpustakaan di sana banyak cerita tentang yang dia buat ya akhirnya berkunjung lagi lah. Bener aja, sekarang sudah jauh terkomputerisasi dengan baik, malah canggih punya mesin untuk pinjam dan pengembalikan buku mandiri alias di tap-tap aja gitu.

Masuk ke perpustakaan, bagi yang mau daftar bisa langsung isi form di komputer yang sudah disediakan dibagian kiri pintu utama. Gak perlu bawa fotokopi ktp atau identitas kok, yang penting isi formnya, isi aja data diri di sana, kalo udah selesai, langsung ke petugas di depan daftar-corner tersebut untuk difoto. Sudah foto, tunggu sebentar kartu perpusnya langsung jadi dan terdaftar untuk 365 hari ke depan alias satu tahun. Kalo udah satu tahun, nanti kalian wajib perpanjang. Gak perlu bikin lagi, cukup bilang ke petugas untuk memperpanjang kartunya.


Di bagian kanan ada mesin masuk, maksudnya tiap kali kita berkunjung harus absen gitu deh. Tinggal dekatkan kartu kita ke mesin, bunyi masuk, nanti ID kita akan muncul dilayar komputer, berarti kita udah didaftar masuk. Selanjutnya bisa jalan-jalan deh liat koleksi buku-bukunya di sisi kanan dan kiri gedung. Kalo mau pinjam, bisa serahkan buku yang mau dipinjam (paling banyak 3 buku) dan kartu kita ke petugas tempat peminjaman. Petugasnya akan men-scan kartu kita dan buku-buku yang kita pinjam di mesin scanner bukunya, setelah itu bagian belakang buku akan dicap tanggal kapan harus balikin bukunya. Buku yang dipinjam dikasih waktu 7 hari untuk dikembalikan lagi. Jika, gak dibalikin di tanggal seharusnya, ya kalian gak boleh pinjem lagi sampai sudah mengembalikan buku yang dipinjam tersebut. Gak ada denda kok kalo lewat dari tanggal pengembalian, apalagi kalo lewat 1-2 hari aja. Kalo lewatnya lama, ya kamu gak boleh pinjem selama waktu telat balikin bukunya. Misal gini, kalian telat balikin buku selama 20 hari, nah berarti kalian gak bisa pinjem buku selama 20 hari ke depan gitu.

Sayangnya menurut saya sistem begini sih kurang bagus ya, jadinya kadang seenaknnya sendiri balikin bukunya karena gak ada denda. Denda tetap boleh diberlakukan sih menurut saya, asal tidak memberatkan, misalnya Rp 100 per buku per hari, dan dana denda tersebut bisa dibelikan buku-buku baru untuk menambah koleksi perpustakaan. Cuma, ya gitu, mungkin pertimbangannya biar gak ada pungutan yang bisa menimbulkan korupsi walau sekecil apapun kali ya.

Oh ya, jika petugas lagi gak ada (selama saya berkunjung, selalu ada sih petugasnya walau akhir pekan), kalian bisa nyobain alat pengembalian dan peminjaman buku mandiri. Tinggal scan kartu kalian, trus pilih dilayar monitor, mau pinjam atau kembalikan buku. Trus scan buku yang dikembalikan/dipinjam klik Oke, lalu tunggu akan keluar print out atas transaksinya, berupa nama dan ID kalian, buku apa yang dipinjam serta kapan harus dikembalikan. Mudah banget inih. Nah, kalo harus balikin buku dan perpusnya lagi tutup, kalian bisa nyoba mesin pengembalian buku di area luar gedung, masukin aja buku yang mau dikembalikan, tekan tombol print out, udah deh kelar. Mudah kan kan?

Nah, soal koleksi buku. Saya merasa buku teksnya memang banyak karena memang mungkin sasarannya anak kuliah. Kategori bukunya juga banyak, dari arsitektur, sastra, politik, komputer, kedokteran, manajeman hingga ke peternakan, perkebunan. Plus, saya liat buku kerajinan juga ada lho. Buku fiksi gimana? Ya banyak. Tapiii…. bisa dibilang hampir semua bukunya lama semua. Kalian akan mendapati buku lama kayak NH. Dini, AA. Navis, Sapardi Djoko Damono yang begitu sih. Harry Potter? Gak liat saya sih. Saya berharap banyak perpustakaan ini bisa punya koleksi buku fiksi yang lebih banyak dari itu, biar yang baca juga bisa lebih banyak dari cuma anak kuliahan yang cari referensi.

Sayangnya, itu kayaknya sulit terkabul jika memang perpustakaan hanya menunggu dihadiahi buku dari pemerintah. Saya dengar, perpustakaan daerah itu gak punya kuasa untuk mengadakan pembelian buku. Jadi ya cukup terima yang dikasih, gitu lho. Jadi, impian saya bisa liat perpustakaan daerah dengan pengunjung remaja hingga ibu-ibu itu rada susah kalo koleksi bukunya juga minim.

Untuk anak-anak, koleksi bukunya lumayan lho dilengkapi dengan playground juga. Gedung perpustakaan anak terpisah dengan gedung utama, walau tempatnya gak terlalu besar, tapi lumayan lah untuk anak-anak, bisa bermain sekalian membaca.


Bagi yang mau sekalian bikin tugas, boleh banget ini tempatnya. Wifinya juga kencang. Disediakan komputer juga bagi yang mau pake di ruangan khusus, jadi enak banget nih. Sejauh sering saya berkunjung, isinya memang para mahasiswa.

Jadi, yang pengen dateng silakan dateng berkunjung ya ajak anak-anak juga boleh banget

Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan
Jl. Demang Lebar Daun No. 47, Palembang.

2 thoughts to “Pinjam Buku di Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan”

  1. Kalo dari rumah saya lebih dekat ke Demang, Bu. Makanya lebih sering ke sana. Tapi nanti kalo ada waktu, boleh nanti mampir ke sana, Bu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.