04
Nov '15

Rating Film Anak dan Rating Games

Penting kah mengecek rating film anak-anak?
Saya gak tau seberapa penting menurut banyak orangtua tentang rating sebuah film anak-anak. Rating disini maksudnya usia yang diperbolehkan untuk menonton sebuah film ya. Menurut saya pribadi, itu hal yang penting.

Sejak Alaya umur 4 tahun, dia udah pernah diajak nonton. Waktu itu kepepet lah, bunda sama ayahnya mau nonton dan dia gak mau dititipin ke eyangnya, jadinya ya kita ajak aja. Film apa? Film action Die Hard :p
Saya tau sih gak seharusnya dia nonton film begitu. Tapi saya gak nyesel kok, karena dari mulai filmnya Alaya udah tidur di kursinya sampe film selesai

Setelah kejadian itu, Alaya gak pernah lagi mau ikut kalo kita nonton film. Masuk umur 5 tahun, dia udah tahu film yang mau dia tonton, jadilah dia yang minta. Film Minions, pas di cek ratingnya ‘Semua Umur’, jadilah saya nemenin dia nonton itu film.
Terus selanjutnya dia pengen nonton Inside Out, eh tapi pas di cek ratingnya 12+, jadilah saya gak berani ngajakin Alaya ke bioskop. Padahal filmnya kan bagus ya. Entah kenapa dan bagaimana itu film dikasih rating begitu, ada yang bilang karena filmnya lebih mudah dimengerti untuk usia begitu.
Saya akhirnya minta Alaya buat nunggu aja itu filmnya udah kualitas bagus dan minta oomnya download biar puas nontonnya berkali-kali.

Buat Alaya nonton film yang bagus itu gak bisa cuma sekali, tapi harus berkali-kali.
Frozen? Mungkin hampir 10 kali ditonton.
Books of Life? Udah 7 kali ditonton.
Hotel Transylvania? Ini juga udah hampir 10 kali kayaknya.
Sampe hapal ostnya, sampe hapal beberapa kalimat di film itu. Saya aja sampe nanya, gak bosen apa nonton diulang gitu? Dan dia jawab gak.

Iya aja, setelah Inside Out didonlotin sama oomnya, Alaya nonton. Yang kedua kali dia nonton dia udah ngerti ada sadness, joy, fear, dll itu di dalam diri kita.

Film lanjutan selalu dinanti sama Alaya. Merengeklah nonton Hotel Transylvania 2 di hari pertama penayangannya di Indonesia. Itu tanggal udah ditandain sama dia di kalender sampe di hitung mundur tiap hari lho. Untungnya rating film itu 3+kalo gak salah, jadi Alaya berhasil nonton di bioskop.

Saya berusaha untuk patuh rating sih buat anak untuk film yang dia tonton. Karena emang biasanya itu ditujukan sesuai umurnya. Sebisanya kalo film kartun/animasi gitu ada yang mendampingi dia nonton, jadi bisa diajak diskusi abis nonton filmnya. Ya tentang ceritanya, ya tentang pelajaran moral yang bisa diambil, ya tentang kelucuan atau apalah yang menarik bagi si anak dari film itu. Selain dapat fun nonton bareng anak jadi sekalian bisa membangun kedekatan lagi sama anak sambil liat cara dia bercerita dan berpikir.

Lalu, soal rating games?
Saya membolehkan Alaya main di tabletnya. Sejak umur 3 tahun dia udah biasa main game di tablet sendiri. Karena tabletnya cuma berbekal wifi, jadi saya tahu kapan dia menginstall games dan aplikasi lain di tabletnya. Aplikasi bedtime stories dan lagu-lagu anak dengan animasi sudah pernah gak sengaja dia beli tambahan lagunya di Google Play (karena emaknya kelupaan pakein password untuk belanja apps).

Saya membiasakan Alaya untuk bertanya apakah game yang ini boleh atau tidak dia mainkan. Nah sejak Google Play menambahkan rating di tiap apps dan game, Alaya cukup diberi tahu kalo usianya harus sesuai dengan game yang dia download. Misal gamenya rating 3+ itu berarti dia boleh main karena udah umur 6 tahun. Jika 12+ berarti belum boleh. Sejauh ini dia sih nurut ya. Mainannya juga rata-rata berating 3+.

Setidaknya jika dibiasakan sesuai rating, anak jadi tahu mana yang boleh dan belum boleh dia tonton atau mainkan. Jika bertanya alasan? Ya jawab saja memang belum diperbolehkan.

Ini juga sebagai cikal bakal kalo nanti anak mau main Instagram dan Facebook ya harus 12 tahun ke atas, sesuai rating di aplikasinya