25
Dec '08

Review Film 3 Doa 3 Cinta

Review Film 3 Doa 3 Cinta
Review Film 3 Doa 3 Cinta
Review Film 3 Doa 3 Cinta

Waktu Huda dengan mudah menemukan alamat tempat ibunya bekerja di Jakarta, seakan mudah sekali, tak ada halang dan rintangan sedikit pun, dan efek musiknya pun tak membuat penonton menjadi ikutan sedih saat Huda menangis. Rian tidak terliat terlalu terobsesi dengan cita-citanya. Sahid yang menurut saya banyak memainkan cerita, perannya dimainkan baik sekali, mulai dari kesedihan akan ayahnya sampai kebencian pada orang yahudi yang membuat dia bergabung dengan kelompok teroris.

Saya setuju dengan Jafis untuk film ini. Begitu banyak kegagalan menurut saya, seperti ;
1. Buat apa sih ada Dian Sastro aka Dona Satelit di film ini? bantuin Huda cuma dengan nelpon temennya di Jakarta dan kelar. Peran Dian Sastro kok ga penting banged yak disini
2. Pengambilan gambarnya kok berasa lambat sekali ya? liat aja waktu Rian janjian sama anak Romo Kyai dan Huda menunggu Dona Satelit di kuburan. Lama beneeer…. baru pemainnya pada nongol
3. Saya pikir semua pemainnya kelas atas dan sanggup membuat sebuah film menjadi keren. Tapi, dari film ini saya menyadari pentingnya jalan cerita. Film ini terlalu datar dan tidak ada klimaksnya sama sekali. Walo Mas Fanabis berkata laen.
4. Film ini kok berasa memperliatkan bahwa poligami itu sudah wajar dilakukan oleh para kyai
5. Pertanyaan saya, Nicholas itu muslim ya??

Saya lebih suka Ada Apa dengan Cinta untuk Dian dan Nicho

Pelajaran moral : jangan liat film berdasarkan pemain-pemainnya tapi liat dulu isi ceritanya