21
Apr '10

Review Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Review Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Review Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Review Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Ga mudah untuk ngajarin copet, itu pula yang dirasakan Muluk, Samsul dan Pipit, tapi mereka tidak pantang menyerah untuk membuat para pencopet cilik itu menjadi lebih brpendidikan. Walau mereka bertiga mengira ini profesi yang baik, tapi tidak menurut kedua orang tua Muluk dan Pipit yang akhirnya menyadari pekerjaan anak mereka yang menghasilkan uang dari hasil yang tidak halal.

Mereka bertiga berhasil membuat para pencopet itu pintar, berjiwa patriotisme, hafal Pancasila dan juga bisa sholat dan mengaji. Lalu bagaimana kelanjutannya? apakah mereka akhirnya tetap mencopet? Silahkan nonton aja, saya bener-bener ga mau spoiler

Film ini sama seperti film-film Deddy Mizwar lainnya, membawa pesan moral yang sangat menggugah dengan tema kemiskinan. Memang. Banyak yang terjadi di negeri ini akhir-akhir ini, salah satunya korupsi. Itu juga yang sebenernya menjadi tema khusus film ini, mau nyentil soal korupsi dan koruptor sebenernya. Betapa sulitnya anak-anak seperti itu harus mencopet dan dicopet pula lah hak-hak kaum minoritas seperti mereka oleh koruptor yang kita tahu jauh ‘lebih berpendidikan’. Jadi, penting ga sih sebenernya pendidikan? *pertanyaan yang dari awal film sudah bisa kalian diskusikan jawabannya*

Saya menilai keseluruhan film dengan angka 9 dari 10. Ga penuh, karena endingnya menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terjawab. Misalnya, jadi apa Muluk beberapa tahun kemudia? TKI? Trus, gimana nasib si Komet, Glen dan teman-teman? Seharusnya flm ini menayangkan apa yang terjadi pada mereka di 5 tahun kedepan misalnya biar jadinya jelas, betapa pentingnya menjadi orang yang berpendidikan