15
Dec '11

Pidana Mati untuk Siapa?

twit nanya itu
twit nanya itu
twit nanya itu

Lanjut dari sini : Ancaman Pidana mati dalam peraturan perundang-undangan kita tidak hanya berdasarkan KUHP semata UU No. 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM juga memuat pidana mati bagi pelanggar HAM berat, hal senada juga tersurat dalam konvensi PBB bahwa pelaku kejahatan HAM berat dapat di pidana mati. selain itu untuk kualifikasi tertentu atas tindak pidana korupsi berdasarkan UU No. 31 tahun 1999 yg diubah UU No 20 tahun 2001 juga mengenakan pidana mati untuk pelaku pidana korupsi dengan kualifikasi tertentu.

Oke, sampe sini saya jadi tau bahwa memang hukuman mati itu diperuntukkan bagi kejahatan-kejahatan berat, pelanggar HAM berat dan atas tindak pidana korupsi. Lalu, bagaimanakah yang dikatakan berat itu? siapakah yang menentukannya?

Dari sini juga, saya lalu tau beberapa kasus hukuman mati yang terjadi rata-rata dikarenakan melakukan pembunuhan. Lalu, pertanyaan saya apakah tiap pembunuhan harus dihukum mati? katakanlah contohnya, ada orang yang membunuh tetangganya karena dendam, trus dia dihukum mati. Berat dan besar ga dampaknya buat orang laen? Bandingkan dengan kasus korupsi yang merugikan dan berdampak pada banyak orang, apa itu ga dikatakan berat hingga sulit dihukum mati?

Jika memang sulit untuk membedakan mana berat dan tidak, lalu menagapa harus ada hukuman mati?

Saya tidak menyalahkan jawaban dari guru saya, tapi saya merasa saat ini dan mungkin untuk kedepannya, negara atau pemerintah yang berkompeten dalam hal ini tidaklah bisa dikatakan perpanjangan tangan Tuhan, apalagi jika negara selalu berpihak pada mata uang yang mereka kantongi.

Saya bukanlah orang hukum, jadi tolong CMIIW ya kalo ada yang salah dan  jangan tanya saya atas UU yang ada, saya menulis ini juga atas pertanyaan-pertanyaan dalam diri saya sendiri yang seringkali membingungkan. Mungkin ada temen-temen yang lebih mengerti hal ini bisa membantu saya untuk paling tidak mengerti apa dan bagaimana itu hukuman/pidana mati.