Mantra Man Jadda Wajada dan Film Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara

Dengan best seller-nya novel karya uda A.Fuadi, Negeri 5 Menara yang terkenal dengan mantra ‘man jadda wajada’, akhirnya dibuatlah sebuah film dengan judul sama seperti novelnya. Novel ini sebenarnya buku pertama dari trilogi Alif Fikri. Buku keduanya, Ranah 3 Warna saya rasa justru lebih menarik dari pada buku pertama. Entah bagaimana buku puncak dari trilogi ini. Karenanya, saya tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi akan film ini. Nyatanya, seperti yang sudah saya duga.

Negeri 5 Menara mengisahkan beberapa orang anak laki-laki usia SMA dengan sentral cerita si Alif Fikri, orang Padang yang merantau ke Pondok Madani dalam rangka mengikuti keinginan sang ibu agar dia bisa jadi santri. Dengan enggan akhirnya Alif tes dan akhirnya diterima di Pondok Madani. Bertemanlah dia dengan beberapa kawannya antara lain Raja, Baso dan Atang. Mereka semua menyebut diri mereka Sahibul Menara, dengan cita-cita perjalanan mereka masing-masing menaklukkan belahan dunia mana. Silakan kesini buat yang mau baca review bukunya, udah pernah saya tulis soalnya.

Berangkat dari rasa ingin tahu seperti apa novel ini difilmkan, saya nyempetin nonton film ini. Seperti yang saya bilang diawal, entah kenapa saya merasa film ini amat datar. Man Jadda Wajada seakan-akan hanya keras diucapkan para pemainnya namun tidak terlihat secara nyata. Scene dimana kepergian Baso yang harusnya menjadi satu cerita dramatis, terlihat biasa saja. Saya menginginkan film ini lebih bisa menampilkan usaha para sahibul menara yang berusaha keras bukan cuma keras meneriakkan ‘man jadda wajada’.

Read More

Review Buku Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara
Negeri 5 Menara

Judul Buku : Negeri 5 Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia
Jumlah Halaman : 432 Halaman
Harga : Rp.50.000

Mumpung masih segar dalam ingatan, alias baru aja kelar baca nih buku, setelah berhari-hari terputus-putus bacanya karena harus jagain Alaya, putriku tersayang

Buku yang terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, A. Fuadi, menceritakan Alif Fikri seorang anak laki-laki yang baru lulus Madrasah Tsanawisah (SMP) di daerah Danau Maninjau, Padang. Mencita-citakan masuk ke SMA dan melanjutkan kuliah ke ITB bersama teman sekaligus rivalnya, Randai. Namun, sayang seribu sayang, impian masuk SMA di Padang harus dikubur karena Amak, sebutan bagi ibu bagi orang Padang, menginginkan anak laki-lakinya meneruskan ke sekolah Agama, akhirnya Alif pun memilih untuk merantau ke tanah Jawa dan masuk Pondok Madani. Dari sinilah cerita dimulai.

Pondok Madani (PM) yaitu Pondok Pesantren khusus bagi laki-laki, dari PM-lah Alif akhirnya mengenal Baso, Raja, Atang, Said dan Dulmajid sampai akhirnya mereka berkawan akrab dan mengusung nama Sahibul Menara, karena mereka sering menghabiskan waktu di kaki menara PM. Ceritanya memang hanya seputar bagaimana perjuangan Alif dan kawan-kawan dalam beradaptasi dan memulai hidup juga belajar di PM. Namun, inilah hebatnya. A. Fuadi bisa membuat buku ini layaknya motivasi untuk menggapai cita-cita dengan motto “Man Jadda Wajada” yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Menurut saya, buku ini seperti saya membaca buku Sang Pemimpi, masih ingat kan bagaimana Arai dan Ikal mampu ke Sorbonne seperti yang telah mereka impikan dari kecil. Nah, N5M ini pun sama, membawa kita pada satu keyakinan bahwa apa yang kita impi-impikan itu bisa tercapai, setinggi apapun mimpi itu asalkan kita mau berusaha melebihi yang biasa orang lakukan, sungguh Tuhan Maha Mendengar semua impian kita. Inilah yang membawa Alif dkk bisa mencapai apa yang mereka impikan sampai ke benua yang mereka liat dalam gambaran awan di atas langit PM.

Saya bener-bener jadi ga sabar menunggu kelanjutan seri buku ini, yang dikabarkan sebagai trilogi Negeri 5 Menara.

Jangan pernah berhenti bermimpi, kawan!