21
Feb '13

Lawan Tulisan Dengan Tulisan

gambar : leverage-pr.com
gambar : leverage-pr.com
gambar : leverage-pr.com

Saya menyayangkan Andrea Hirata tidak membalas tulisan Damar Juniarto tersebut dengan tulisan pula. Kenapa akhirnya ada Agus Hermawan yang ikut menulis dari yang katanya email Andrea Hirata padanya? Andrea Hirata harusnya bisa melawan balik tulisan Damar Juniarto juga dengan tulisan. Mau di webnya kek, mau di blog baru kek, mau di Kompasiana juga kek, terserah. Asal ditulis langsung oleh Andrea Hirata sendiri sebagai jawabannya atas tulisan Damar sebelumnya. Itu akan lebih baik. Itu akan memperlihatkan bahwa dia benar-benar penulis, yang mampu mengajak pembaca melihat dari dua sisi berbeda. Bukan malah memperkarakannya. Ooh, c’mon perlihatkan kamu benar-benar penulis sejati, boi.

Penulis sejati, menurut saya adalah penulis yang tidak hanya mampu menulis sebuah karya (buku, tulisan, dsb) tapi juga yang bisa mengumpulkan semua saran, menerima semua kritik dan menerima semua bentuk perhatian atas semua karyanya dengan baik.

Penulis bukanlah dewa, bisa saja salah, bisa saja banyak kurangnya, untuk itulah adanya pembaca. Tanpa pembaca, karya sebuah penulis apa jadinya? Karya itu besar karena ada pembacanya, bukan?

Perkara Andrea Hirata – Damar Juniarto membuat saya sebagai blogger kembali diingatkan ada banyak kasus serupa. Kebebasan menulis terancam. Tapi saya yakin, setiap penulis blog apalagi yang tulisannya ‘cetar’ gitu kan ya, akan lebih siap menerima apapun yang terjadi dalam satu klik ‘publish’ setelah menuliskannya.

Lanjut perbincangan di Twitter hingga pagi ini yaitu tentang dewan pers yang katanya bisa membantu asal para blogger bisa bekerja sama dengan mereka, jika ada kasus-kasus serupa seperti diatas. Tapi, syaratnya para blogger harus punya badan hukum sendiri, punya organisasi begitu (organisasi blogger? oow). Yaaa… kalo yang ini udah pernah diobrolin kok ya, dan… saya jadi inget kata BHM waktu di Bali Media Forum tahun lalu itu. Dan, cukuplah sudah saya mengerti.

 

Akhir kata,…. tetaplah menulis, kawan. Lawanlah tulisan dengan tulisan.