Catatan Harian Film

Mari Bicara Soal Summer Finn

Jika kalian gak tau siapa itu Summer Finn, kalian kudu nonton dulu film 500 Days of Summer.

diambil dari scoopwhoop.com

Iya, setelah beberapa hari lalu tiba-tiba banyak yang ngomongin film itu karena sudah 10 tahun yang lalu, jadi banyak beredar twit-twit dari para netizen tentang Tom dan Summer. Oke, karena ini salah satu film favorit saya, mari kita bicara tentang film ini. Bukan, bukan tentang ceritanya ya, silakan nonton aja kalo itu sih, tapi tentang tokohnya. Saya ingin bicara dari sisi Summer, dari sisi perempuan, karena saya toh perempuan juga.

Sedikit untuk memulai bahasannya, film 500 Days of Summer ini bukanlah cerita cinta, begitulah film ini dimulai dengan disclaimer yang disebutkan Tom seperti itu. Ya, karena ini diceritakan dengan narasi dari sisi Tom, jelas lah kita tidak tau dari sudut pandang Summer bagaimana. Di film ini kita bisa ikut merasakan yang Tom rasakan, patah hatinya yang terasa mendung kelabu berhari-hari, tapi bagaimana dengan Summer? Bagi kamu tim Tom, jelas akan bilang apa yang sudah dilakukan Summer itu jahat. Benar kah begitu?

Tom adalah orang yang percaya cinta pada pandangan pertama, sebaliknya Summer yang tidak percaya akan cinta dan komitmen. Dari perbedaan itu aja rasanya kita bisa bilang keduanya gak bakal bareng, tapi ternyata mereka tetap bisa bersama dan saling menikmati kebersamaan itu walau sebentar. Namun, pemikiran orang bisa berubah kapan saja, oleh sesuatu atau kejadian apapun sebagai pemicunya.

Summer bisa saja tumbuh dengan ketidakpercayaan atas cinta karena perceraian. Ya, Summer adalah korban dari orangtuanya. Saat bertemu dengan Tom pun dia merasa biasa aja diawalnya, pas sering sama-sama ya tumbuhlah perasaan menyayangi, tapi dia gak merasa kalo itu adalah cinta. Kebersamaan bersama Tom dianggap sebagai kebersamaan semata dan Tom pun gak berhasil mengubah pemikiran Summer akan cinta. Di sini kurangnya Tom, dia gak berhasil membawa kebersamaan mereka untuk meyakinkan Summer bahwa dia bisa jadi masa depannya Summer.

Di Twitter, ada yang bilang Summer ninggalin Tom karena Tom bukan PNS. Lucu banget ini, ya memang sih masih banyak perempuan khususnya Indonesia yang masih liat yang begitu untuk cari pasangan hidup, pengen cari suami yang mapan secara ekonomi, gajinya besar. Padahal untuk menjadi suami itu bukan itu yang utama, tapi lihat apakah dia sosok laki-laki yang bertanggung jawab, mau menafkahi istri dan anak-anaknya kelak dengan cara dan harta yang halal.

Lanjut, Tom dan Summer sering berbeda pendapat, ya gak apa sih perbedaan itu bisa dilebur dalam rasa cinta, eits itu cuma berlaku pas pacaran sih, kalo udah menginginkan pernikahan, kita harus banyak mikir apakah pasangan kita kelak bisa menjadi pasangan yang mau mendengarkan pendapat masing-masing? Menghargainya dan bukan akan jadi pertengkaran lalu saling menyalahkan. Mencari pasangan hidup yang bisa diajak berdiskusi atas banyak hal itu penting sekali, bukan pasangan yang maunya menang sendiri.

Jika saya menjadi Summer, tentu saya akan melakukan hal yang sama dengan meninggalkan Tom dan memilih orang yang menyadarkan dan meyakinkan saya bahwa komitmen pernikahan itu bisa dijalani dengan menyenangkan, bukan hal yang menakutkan. Kalo saja, film tersebut bisa punya sekuelnya dan menunjukkan point of view Summer, pastinya kita bisa tau apa yang juga dirasakan Summer.

Untuk sebuah pernikahan, komitmen seumur hidup, bagi saya seorang perempuan harus bisa diyakinkan bahwa si calon suaminya adalah orang yang benar-benar paling bisa bersamanya hingga maut memisahkan. Tom punya cinta yang besar, tapi sayangnya dia tak mampu meyakinkan Summer itu aja sih.

Lalu, saya tim Summer? Atau tim Tom? Saya gak keduanya sih atau justru tim keduanya. Summer dan Tom manusia biasa, Tom cuma butuh waktu mengobati sakit hatinya. Seberapa lama seseorang bisa menyembuhkan patah hati ya beda-beda, tapi setiap waktu yang dilalui dan bersama siapa selalu bisa memberikan banyak pelajaran berharga. Melankoli datang karena rasa tak bisa memiliki. Ya ndak papa, terlatih patah hati bisa buat hatimu kuat kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.