Rekap 2020

Hai, apa kabar? Udah lama gak nulis, Nik? Iya banget. Saya kangen blog ini dengan semua postingnya. Ya walaupun gak banyak bisa posting tahun ini, tapi paling tidak masih ada beberapa tulisan yang bisa disempatkan.

gambar dari dreamstime.com

Posting kali ini di penghujung tahun 2020. Pengen ngerekap aja sih, apa saja yang udah bisa saya lakukan tahun ini. Tahun 2020 adalah tahun yang berat untuk setiap orang, untuk setiap negara di dunia ini. Siapa sangka tahun 2020 kita harus merelakan banyak rencana-rencana kita tertunda sampai entah kapan karena pandemi COVID-19. Kita harus belajar merelakan banyak hal untuk itu, yang bisa kita lakukan adalah menerima dengan ikhlas situasi ini dan tetap mengusahakan agar tetap sehat.

Pertanyaan tentang kabar ke semua kawan dalam setiap percakapan online atau pun telpon gak lagi cuma basa-basi. Pertanyaan tentang kabar membawa kita senantiasa menyelipkan doa agar yang diujung sana selalu diberikan kesehatan. Setidaknya tahun ini kita bisa lebih banyak punya waktu bareng keluarga.

Pertama, rencana memasukkan Gemilang ke TK tahun ini ditunda. Ya, umurnya belum genap 5 tahun saat bulan Juli 2020. Masih mungkin jika masuk TKnya tahun depan. Saya pikir saya bisa mengajarinya baca tulis hitung disela-sela waktu, tapi ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Anaknya agak susah diajak belajar 2-3 jam gitu duduk diam, terpaksa ya waktunya fleksibel aja, kapan dia mau dan paling 30-60 menit aja tiap sesi belajar. Alhamdulilah masih bisa lah dikit-dikit anaknya, walau memang menguras kesabaran sekali. Emak memang harus sabar banget ngajarin anak, apalagi umur TK begini.

Kedua, Alaya. Tahun ini dia kelas 6 dan harus belajar online sejak akhir semester kelas 5. Anaknya kangen sekolah, kangen teman-teman, tapi ya gimana, belum ada informasi penurunan jumlah pasien COVID hingga akhir tahun ini. Mau gak mau, semua anak sekolah harus menikmati sekolah macam ini. Walau memang gak efektif belajarnya, tapi ya harus bisa membiasakan diri bukan? Kita gak tahu sampe kapan kegiatan belajar mengajar sistem online dilakukan.

Ketiga, tahun ini belajar lebih baik sama bumi. Akhirnya pake komposter untuk memilah sama organik. Udah 6 bulan lebih sejak pake pertama kali. Senang juga bisa sedikit mengurangi sampah. Bonusnya, bisa jadi pupuk buat tanaman sendiri. Trus, ecobrick juga masih, tapi males ngeguntinginnya yang luar biasa. Sekarang udah jadi 6 botol besar. Oh iya, tahun ini saya akhirnya belajar pake pembalut kain sebagai ganti pembalut sekali pakai.

Keempat, akhirnya belajar tanam-menanam di rumah. Kebun belakang yang luasnya gak seberapa juga dijadiin lahan yang lebih segar. Kalo dulu tanamannya pisang, pepaya dan belimbing (yang udah sering berbuah), sekarang ditanami tomat, terong, cabe, salak, alpukat, ya walopun belum berbuah, mari ditanam dulu aja :)

Kelima, saya berhasil puasa beli buku sesuai janji di awal tahun ini. Setelah selesai baca 100 buku sesuai target tahun ini, baru akhirnya puasa selesai. Sejauh ini (di hari ke 28 bulan Desember) alhamdulilah masih bisa baca 147 buku. Meski diikuti dengan timbunan yang makin menggunung, tapi setidaknya baca bukunya jangan sampe kendor ye kan? Salah satu kebahagiaan kecil saya yaitu belanja buku, jadi ya kita harus tetap mengupayakan selalu berbahagia kan? mulai dari kebahagiaan-kebahagiaan kecil lalu bisa meluap lebih besar :)

Keenam, kakek saya meninggal dunia bulan November lalu. Kakek memang sudah tua, tapi baru kali itu saya melihat langsung seseorang dijemput nyawanya oleh malaikat. Tentu tangis tak bisa ditahan. Kepergian tidak pernah menjadi mudah untuk setiap orang, bukan?

Ketujuh, saya akhirnya bikin podcast sendiri. Udah saya tuliskan juga di sini. Semoga podcast ini makin banyak isinya, dan saya gak males-malesan lagi buat bikin kontennya. Tentu masih harus lebih banyak belajar dari sisi teknis, tapi yang penting udah mulai dulu kan ya. Selanjutnya sambil jalan aja.

Terlalu banyak mungkin yang tak bisa kita lakukan di tahun 2020 ini. Semua tertunda tapi ada juga yang bisa kita nikmati. Selagi masih hidup dengan sehat, selalu harus kita syukuri hal itu.

Semoga tahun 2021 menjadi tahun yang lebih baik bagi semua ya. Semoga pandemi ini segera berlalu, sehingga rencana yang tertunda bisa segera berjalan lagi. Jangan lupa untuk selalu kita jaga kesehatan masing-masing, keluarga dan tentunya jangan lupa untuk mengupayakan selalu bersyukur dan berbahagia.

2 thoughts on “Rekap 2020

  1. turut berbelasungkawa mendengar berita kepergian kakek, yaa..

    tahun ini memang ajaib.. tahun istimewa yang bikin banyak hal berubah.

    untuk podcast, sepertinya memang lagi naik daun, ya. dulu vlog, kini podcast. dan hebatnya, blog masih bertahan hingga kini..

    semoga kita semua sehat selalu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.