18
Nov '10

Review Buku Serial Season Ilana Tan

Review Buku Serial Season Ilana Tan
Review Buku Serial Season Ilana Tan
Review Buku Serial Season Ilana Tan

Novel berkisah tentang sepupu Sandy di novel Summer in Seoul, Tara Dupont, wanita blasteran Indonesia-Perancis yang sangat menyukai musim gugur di Paris merasa telah memiliki segalanya dalam hidup. Ia hidup di Paris bersama ayahnya dan bekerja sebagai seorang penyiar di stasiun radio yang cukup terkenal.

Kehidupan semakin sempurna ketika bertemu dan jatuh cinta dengan Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek yang sedang bekerja di Paris, teman dari kakak angkat Tara. Tatsuya adalah seorang lelaki Jepang yang membenci musim gugur di Paris, namun pertemuannya dengan Tara mengubah pendiriannya tentang musim gugur di Paris. Ia menyukai musim gugur di Paris karena Tara.

Ga nyesel deh merengek minta beliin suami box set Ilana Tan. Pertama saya liat kyknya buku2nya populer sekali. Saya coba baca ternyata memang keren. Gaya menulisnya enak dibaca, mengalir dengan bahasa yang menarik sekali. Cerita cinta yang hampir2 membuat saya menitikkan air mata.

Saya yakin cinta Tara dan Tatsuya bisa abadi walo salah satu harus ada yang pergi. Paling tidak abadi dihati mereka masing2.

Winter in Tokyo

Judul Buku : Winter in Tokyo
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 313 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792239836

Saya sesungguhnya tidak terlalu suka Jepang, lebih suka Paris. Tapi saya harus jujur, Winter in Tokyo ini lebih bagus dibanding 2 buku Ilana sebelumnya, Summer in Seoul dan Autumn in Paris.

Bercerita tentang Ishida Keiko yang mencari cinta pertamanya, yang dikenalnya dengan Akira. Akhirnya Keiko menemukannya. Tidak hanya menemukan sang cinta pertama, Keiko bertemu Kazuto yang merupakan tetangganya yang sudah lama tinggal di New York.

Ternyata, cinta pertama yang diketahui Keiko selama ini salah dan Keiko akhirnya tanpa dia sadari telah menyukai Kazuto.

Masih mengusung cerita cinta yang manis dengan romantisme yang manis pula, tidak berlebihan. Itu yang saya suka dari Ilana Tan.
Namun, setelah membaca 3 buku seri season ini saya bisa menarik kesimpulan, sbb:
– Si cowok yang naksir tokoh utama selalu cinta pada pandangan pertama gitu. Saya lebih suka prosesnya jatuh cinta, ga langsung cinta yang Ilana saja sulit menggambarkannya.
– Selalu di seperempat akhir cerita ada kecelakaan. Entah digebukin org atau kecelakaan lain.
– Ada cerita yang akhirnya terkuak yang mungkin dari awal tidak terlalu terliat.

Ah, dari poin2 itu saja saya sudah tau rumusnya Ilana Tan
Ini yang sepertinya harus diketahui penulis, sehingga ga buat ceritanya berformula yang akhirnya membuat pembaca tau fasenya. Its ok klo seri season di buat seperti ini. Tapi klo buat buku lagi dan begini lagi, mungkin pembaca akan cepat bosan.

Terlepas dari itu semua, saya juga ingin memberi penilaian untuk covernya. Dan lagi-lagi, cover Winter in Tokyo ini menurut saya lebih ‘cakep’ dibanding 2 buku sebelumnya.

Spring in London

Judul Buku : Spring in London
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 238 Halaman
Harga : Rp.39.000
ISBN : 9789792253764

Novel ini bercerita tentang kisah cinta seorang gadis peranakan (Indonesia – Jepang) bernama Ishida Keiko dengan Kazuto.

Keiko Chan yang bekerja di perpustakaan umum di Shinjuku dan tinggal di salah satu apartemen sederhana di pusat kota Tokyo, terobsesi dengan cinta pertamanya, Kitano Akira. Keiko berharap suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Akira dan mewujudkan cinta terpendamnya.

Suatu hari, apartemen Keiko kedatangan penghuni baru, seorang pria bernama Nishimura Kazuto, yang menempati apartemen 201. Kazuto kembali ke Tokyo, setelah 10 tahun menetap di New York, Amerika Serikat, bersama kedua orang tuanya. Kepulangan Kazuto ke Tokyo karena ingin melepaskan diri dari kenangannya terhadap gadis yang dicintainya, yang menikah dengan sahabatnya sendiri.

Entahlah, diantara 4 seri season Ilana Tan, buku inilah yg menurut saya kurang gimanaaaa gitu. Kurang emosi deh saya bacanya. Padahal, diawal saya sudah menemukan proses jatuh cinta sang tokoh utama pria yang di 3 buku sebelumnya hampir tidak tergambar jelas.

Spring yang tidak tergambar jelas ditambah London yg terlihat biasa saja hampir bikin saya menunda-nunda terus untuk melanjutkan baca sampe akhir, walopun akhirnya kelar juga.

Minta sedikit review dari Suzan nih