07
Sep '12

Memaknai ‘Saling Melengkapi’

Apa tujuan Anda menikah?

Jika jawaban kalian ‘untuk mempunyai keturunan’ maka cobalah untuk menonton film Test Pack karya Monty Tiwa, sekarang filmnya lagi tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Tidak ada yang salah dengan jawaban ‘ingin mempunyai keturunan’, hanya saja mungkin seharusnya jawaban itu akan menjadi urutan kesekian dalam suatu niatan menikah. Jika jawaban tersebut menjadi urutan pertama dalam niat menikah, maka ketika mendapati pasangan kalian infertil?

Test Pack the movie (gambar : istribawel.com)

Isu ini yang menjadi tema dalam film Test Pack, dari buku yang berjudul sama karyanya Ninit Yunita. Bukunya saya baca udah lama sih ya, sekitar tahun 2006, masih cover awal. Sekarang sih udah dicetak ulang dengan cover berbeda. Menurut saya bukunya sih bagus tapi dapet visualisasi Reza Rahadian – Acha Septriasa ini yang lebih komplit.

Tata (Acha) dan Rahma (Reza) telah menikah selama 7 tahun namun belum dikarunia anak. Keinginan sangat besar dari Tata untuk bisa mempunyai anak diperlihatkan dengan usahanya melakukan banyak hal, dari mulai makan toge mulu untuk menambah kesuburan, baca buku-buku kesehatan reproduksi hingga periksa ke dr. Peni S (Oon Project Pop) dan disarankan untuk melakukan suntik hormon.

Setelah melakukan banyak cara dan belum menampakkan hasil, dr Peni menyarankan agar Rahmat juga melakukan test kesuburan. Rahmat begitu terpukul saat mengetahui hasilnya tidak sesuai keinginan.

Apa yang terjadi dengan Tata setelah mengetahui kondisi Rahmat? Baiknya temen-temen nonton saja lah. Saya merekomendasikan film ini ditonton tidak hanya untuk pasangan yang sudah menikah, yang belum menikah pun bagus juga kalo nonton film ini. Bahwa ternyata menikah bukan cuma mendengar ‘SAH’ saksi ijab qobul aja, tapi lebih dari itu, bagaimana satu sama lain bisa menerima kekurangan dan melengkapinya dengan kelebihan masing-masing.

Melihat adegan Tata ngetes kehamilan dengan beberapa merk test pack, saya lalu keinget pengalaman pribadi. Saya melewati masa-masa dimana rasanya sedih banget ngeliat garis merah satu doang di alat uji kehamilan itu. Cuma setahun sih, apalagi yang sampe 7 tahun kayak Tata dan Rahmat ya.

Awalnya saya merasa Acha kurang pantes dapet peran sebagai Arista atau Tata dalam film ini, masih terlihat sangat muda. Tapi, saya salah besar, Acha tampak dewasa sekali dalam perannya kali ini sebagai pasangan dari Rahmat. Kalo Reza gak usah dibilang ya, dia salah seorang aktor hebat yang bisa memainkan segala macam peran. Mau jadi protagonis bisa banget, mau jadi antagonis pun bisa.

Ini bukan film garapan Monty Tiwa yang pertama yang saya tonton, tapi yang kali ini saya harus bilang kalo film ini beneran bagus. Bagaimana diperlihatkan desakan orang tua yang pengen banget nimang cucu dan bagaimana dibuat silent scene berantemnya Tata-Rahmat yang menjadi dramatis tapi gak dengan teriakan ala sinetron.

Jadi, coba deh ditanya ke pasangannya sebelum memutuskan menikah, apakah mau tetap menerima jika satu diantaranya tidak bisa memberikan keturunan?

Saya? Hal itu sudah pernah saya tanyakan