28
Oct '12

Review Buku Hiking Girls

Review Buku Hiking Girls
Review Buku Hiking Girls
Review Buku Hiking Girls

Perjalanan ini gak mudah bagi Eun Sung dan Bo Ra, ya iyalah ya capek abiz dong jalan kaki 2 bulan gitu? Membayangkannya aja saya sulit, apalagi mesti menjalaninya. Begitu juga dengan keduanya, perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan jiwa.

Eun Sung yang diketahui suka memukul karena pengaruh keluarganya. Dia menjadi anak yang keras dan suka memberontak karena sering diejek dan dihina, makanya Eun Sung punya tabiat suka mukulin orang. Bo Ra menjadi anak yang suka mencuri karena dia suka diledekin temen-temennya, dianggap remeh sehingga mencuri adalah wujud balas dendamnya sehingga dia merasa senang dengan mencuri barang orang lain.

Dengan didamping Kak Mi Joo perjalanan Jalur Sutera dimulai. Sulit? Ya pasti. Kak Mi Joo keliatan kelimpungan ngadepin mereka berdua yang berkepribadian ‘unik’ ini, tapi Kak Mi Joo keras dan ekstra sabar dalam menghadapi mereka berdua, malah Eun Sung memanggil Kak Mi Joo dengan sebutan Nenek Sihir Bawel. Perjalanan panas dari Urumqi – Dunhuang (wilayah RRC) dilalui dengan kaki capek hingga mengelupas, membawa ransel berat dan sempet-sempetnya mereka berdua kepikiran kabur dari Kak Mi Joo. Bayangin aja jalan kaki sebegitu lama, dengan 10 hari perjalanan baru ada istirahat 1 hari.

Sepanjang perjalanan tersebut, Eun Sung dan Bo Ra melihat banyak orang dari suka bangsa lain, berteduh dan menginap di tenda-tenda orang. Mereka belajar adat suku lain, kebiasaan mereka dan juga belajar bertahan dari segala rasa capek fisik maupun mental.

Bukan saja perjalanan fisik yang begitu berat, tapi diharapkan dari perjalanan ini membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik, menghargai orang lain dan benar-benar bisa membawa perubahan untuk pribadi mereka berdua. Dan yang pasti, hukuman seperti ini pastinya membawa efek jera.

Saya berandai-andai hukuman seperti ini bisa diberlakukan di Indonesia. Secepatnya.