05
Dec '12

Review Buku Homeless Bird

Review Buku Homeless Bird
Review Buku Homeless Bird
Review Buku Homeless Bird

Saya baru tahu kalo ternyata menjadi janda di India itu berarti akan mendapatkan uang pensiun janda. Dan, uang pensiun itu tidaklah diterima Koly melainkan diambil oleh mertuanya. Menyedihkan memang, apalagi sebagai perempuan Koly tidak disekolahkan, karena menurut tradisi setempat perempuan gak gitu penting sekolah, yang penting bisa urusan rumah tangga dan menyulam, itu udah syarat lengkap untuk menikah.

Saya merasa geram membaca buku seperti ini. Entah ya, saya bukannya tidak menyukai tradisi, tapi gak harusnya begitu juga kali ya. Perempuan harusnya punya kesempatan yang sama dengan laki-laki. Soal sekolah terutama. Saya rasa tradisi tidak akan hilang tapi tetap bisa dilaksanakan dengan sedikit perkembangan tapi tidak mengurangi nilai luhur yang ada.

Koly adalah salah satu dari banyak sekali anak perempuan yang menjadi korban pemaksaan tradisi di banyak daerah gak hanya di India deh kayaknya. Malah seringkali anak perempuan dijadikan sebagai kayak alat jual beli demi tujuan tertentu.

Untungnya ending dalam buku ini membuat saya lega, Koly memang bisa membuktikan bahwa terkadang keberanian dan harapan bisa lebih kuat daripada tradisi.

Aku adalah kata-kata, engkaulah melodinya.
Aku adalah benih, engkau pengusungnya.
Surga adalah aku, bumi adalah engkau.