Tips Pacaran Sehat di Era Digital

Anak zaman milenial gini yang serba digital pacarannya serba mengerikan.

Kalo dulu, waktu hp (apalagi internet) belum banyak yang punya, mau nelpon pacar kudu ke telepon umum, itu pun pake ngantri. Punya duit banyakan dikit nelponnya dari wartel (warung telepon). Kebayang kan kalo LDR (Long Distance Relationship), mesti nelpon interlokal, mahal banget lah gaes. Gak cuma mesti punya banyak sabar, tapi juga harus berjuang lebih demi si pacar.

Ya dulu saya masih ngerasain susahnya LDR, kalo sekarang sih kayaknya gampang ya. Mau telpon tapi gak punya pulsa, ya tinggal voice call, kalo kangen banget ya video call. Kuota juga banyak yang murah, paling irit mah numpang Wifi di mana gitu kan ya. LDR menjadi hal yang biasa aja sih kalo sekarang, tantangannya gak sesulit dulu. Eits, tapi tunggu dulu pacaran zaman sekarang itu lebih banyak lho ternyata tantangannya. Eh gimana gimana? Bukannya tadi katanya jadi lebih gampang karena udah ada internet dan smartphone?

Semakin canggih teknologi intinya memang memudahkan kita untuk hal apapun terutama untuk komunikasi, baik sama pasangan, pacar, keluarga, kolega. Namun, gak sedikit juga yang merasa kecanggihan dan kemudahan ini menjadi masalah besar. Buktinya aja marah-marah di sosial media, bisa dengan mudah diadukan pencemaran nama baik, kemudahan berteman di sosial media membawa beberapa pasangan insecure pada pasangannya sendiri, sampe banyak kasus ‘ditipu’ di aplikasi kencan.

SAFENET punya sub divisi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang di dalamnya saya juga bantu untuk menerima aduan dari KBGO. Paling banyak kasus yang masuk adalah ancaman dari mantan pacar. Ancaman ini berupa akan disebarluaskan foto/video pasangan dalam keadaan tidak berbusana, jika keinginan si mantan tidak dituruti. Kemudahan dan kecanggihan gawai dalam hal ini menjadi masalah besar.

Bagi sebagian orang muda, jika sudah cinta semuanya jadi gelap, seolah-olah yang dilakukan pasangan adalah hal yang oke dan baik saja. Si cewek akan dengan senang hati meladeni chat sex, sampe mau-mau aja diminta foto bugil bahkan sampe video, hingga lupa bahwa sekali post (walaupun itu di jalur chat pribadi) semua tersimpan.

Hal ini gak kejadian cuma sama pacar, ada yang baru kenal di aplikasi kencan seperti Tinder atau aplikasi yang katanya lebih sesuai syariah, Taaruf.id. Saya merasa sedih sama teman-teman perempuan yang dengan gampang dan mau-maunya memberikan sesuatu yang akan melukai harga dirinya sendiri. Dengan mudah dan sadarnya memberikan foto/video tanpa busana atau yang lebih dikenal dengan istilah saat ini yaitu PAP (post a picture). Brengseknya, banyak banget laki-laki yang merasa permintaan (pap bugil) seperti ini sah-sah aja dalam suatu hubungan pacaran, seakan-akan cinta dinilai dari mau tidaknya menuruti kata pasangan.

Foto dan video tanpa busana bisa tersebar kapan saja dengan mudahnya. Semudah menekan tombol share di IG atau tombol tweet di Twitter. Jika sudah kejadian seperti ini, bagaimana? Jejak digital akan tertinggal, bahkan sampai kita mati, hanya akan meninggalkan sesal di hati.

Jadi, bagi yang saat ini sedang pacaran, sedang punya gebetan, berikut tips yang bisa kalian ikuti agar hubungan pacaran menjadi lebih sehat dan hangat;

Bagi Perempuan :

  1. Jalani lah pacaran yang sehat, kalo bisa saat bertemu gak usah main HP, sesekali selfie it’s ok.
  2. Berikan lah kepercayaan pada pasangan, hargai privasinya. Jangan biasakan ngecek-ngecek HP pasangan. Jangan insecure lah.
  3. Jika akan mengupload foto sama pasangan, coba minta izin dulu. Trus foto yang diupload mbok ya yang pantes ya, inget bahwa mungkin aja orangtua dan keluargamu follow akun sosial mediamu.
  4. Jika ada permintaan PAP yang ‘aneh’ dari pasangan, misal minta foto terlihat bagian intim, jangan mau memberikan. Saran saya, langsung putusin aja cowok yang kayak gitu. Udah gak bener dari pikiran.
  5. Jangan pernah memberikan informasi terkait password baik password sosial media, kunci HP, email kepada pasangan. Bila si cowok maksa minta password, jelaskan bahwa password dan segala isi di perangkatmu (HP/Tablet/Laptop) itu privasimu.
  6. Walaupun udah dijanjikan pernikahan, tetap waras ya gaes, pembuktian cinta gak harus ngasih foto/video tanpa busana pada pasangan.

Bagi laki-laki :

  1. Jalani pacaran yang sehat, kalo ketemu gak usah banyak main HP. Mau foto-foto gpp, asal posenya yang baik. Hargai perempuan.
  2. Berikan lah kepercayaan pada pasangan, hargai privasinya. Jangan biasakan ngecek-ngecek HP pasangan, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Gak usah insecure gitu lah.
  3. Cowok baik itu tidak pernah melakukan kekerasan fisik pada perempuan apalagi katanya sayang.
  4. Cowok baik itu gak minta yang ‘aneh-aneh’, apalagi sampe minta foto/video bugil pasangan. Ingat kalian punya ibu yang juga perempuan.
  5. Hargailah privasi masing-masing. Jangan berikan password HP/sosial media/email pada pasangan. Cobalah untuk saling memberikan kepercayaan bukan aturan harus lapor 24 jam.
  6. Cowok baik itu menghargai proses dalam hubungan. Jika memang harus berpisah padahal masih sayang, tolong jangan pake ancaman. Jika memang dia jodohmu, maka nanti akan kembali padamu.

Itu sedikit tips-tips yang bisa saya bagikan bagi yang sedang pacaran saat ini. Secinta-cintanya kamu sama pasangan tetap berpikir rasional ya. Jika ada yang merasa pernah terbujuk rayu sampe ada foto/video yang tidak baik semoga kedepannya tak ada lagi hal seperti itu terulang lagi.

2 thoughts on “Tips Pacaran Sehat di Era Digital

  1. kalo udah kejadian, boleh lapor ke Safenet, tapi lebih tepat ke Komnas Perempuan. Dari KP akan ditanya keinginan pelapor apa, jika butuh konsultasi untuk keamanan digital, Safenet bisa membantu, jika lebih ke sisi hukum biasanya akan dirujuk ke LBH APIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.