Berlangganan Tapi Tak Digunakan

Udah lebih dari dua bulan pembatasan sosial, Work From Home (WFH) gimana kabarnya? Pasti bosan kan ya. Sama! Saya juga merasa begitu bosan, apalagi anak-anak.

gambar dari scooptimes.com

Sejak dimulainya pembatasan sosial lalu semua orang lantas lebih banyak waktunya di rumah aja yang paling kelihatan penggunaannya lebih banyak adalah gawai (gadget). Yang kerja harus berada di depan laptop/PC untuk ikut rapat daring atau malah bertemu secara daring dengan teman-teman pergosipan keluarga. Malah ada teman yang mengeluh jam kerja selama WFH bukannya berkurang, jadi lebih panjang gitu, bahkan bisa rapat hingga akhir pekan. Ya begitulah.

Penggunaan listrik di rumah otomatis naik, harus mengisi daya laptop/PC/HP yang digunakan. Colokan listrik jadi semakin ramai digunakan sekeluarga. Belum lagi kebutuhan akan akses internet. Bersyukur yang di rumahnya sudah berlangganan internet yang bayarnya bulanan, gak perlu mikirin kuota abis di tengah rapat daring. Bagi yang masih harus beli kuota ketengan, jelas ini pengeluaran tambahan.

Penyedia akses internet pastinya diuntungkan sekali dengan WFH ini. Yang tadinya gak merasa perlu langganan lalu memutuskan untuk berlangganan, dengan harapan besar internetan bisa lancar selama kerja dan berkomunikasi secara virtual ini. Selanjutnya setelah berlangganan akses internet, sebagai penghiburan biar gak bosan-bosan amat dimulailah langganan juga akses aplikasi premium untuk nonton. Tentu yang paling ternama, Netflix dan Viu bagi yang suka nonton drama Asia.

Bagi yang berlangganan Viu, mungkin tidak terlalu merasa kemahalan soal harga bulanannya, tapi Netflix gimana? Aplikasi Netflix ini menurut saya lumayan mahal, 109rb – 169rb per bulan. Sebagai emak-emak saya merasa perlu perhitungan soal biaya berlangganan, bukan? :D

Untuk kasus berlangganan sesuatu, sejauh itu digunakan saya rasa tidak menjadi masalah. Misal, langganan koran, jika memang dibaca tiap hari, saya rasa gak masalah kalo harus berlangganan, tapi kalo udah gak dibaca dan digantikan dengan baca koran digital, tentu kita gak perlu lagi berlangganan secara fisik, tinggal ubah saja sesuai kebutuhan. Sama halnya dengan berlangganan Netflix atau layanan menonton online streaming lainnya, jika tidak banyak ditonton, lalu kenapa harus langganan?

Saya akhirnya mengukur diri saya sendiri. Dalam satu bulan, saya menonton drama Korea hampir setiap hari, saya merasa untuk kemudahan hal tersebut, ya tak mengapa saya langganan Viu atau akses premium di Drakor.id+. Namun, untuk film, belum tentu saya bisa nonton dalam waktu seminggu sekali atau malah dalam sebulan gak sama sekali nonton film. Ya kalau begitu, langganan Netflix akan jadi percuma kalo ternyata malah gak dipake, saya lantas menghentikan langganan tersebut.

Baik untuk kita mengukur diri sendiri agar terasa tidak serakah sehingga jadi gak lebih boros. Kembali lagi ke ukuran apakah ini ita butuhkan atau tidak. Jika butuh dan digunakan hampir setiap hari, tidak ada salahnya membayar untuk akun premium dengan membayar tiap bulan, tapi jika tidak begitu digunakan, ya sayang aja kan ya.

Hal ini juga berlaku untuk layanan berlangganan lainnya, seperti baca ebook. Saya tidak ragu untuk berlangganan aplikasi pembaca ebook yang memang jelas-jelas saya gunakan tiap hari. Untuk itu rasanya sangat bermanfaat sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.