Jelajah Musi Bersama Fotografer.Net

Sabtu, 14 Januari 2012 kemaren saya, Mbak Ira, Suzan dan Adrian aka Boim (diajak langsung sama Bang Kristupa) mewakili blogger Wongkito, berkesempatan ikutan rangkaian acara ulang tahun ke-9-nya Fotografer.Net yang diberi judul #FN9JelajahMusi. Fotografer.Net adalah komunitas serta portal fotografer terbesar di Indonesia, jelas saya belum menjadi anggotanya, tapi mungkin nanti saya bisa masuk menjadi bagian dari mereka, ya siapa tau. Fotografi itu menyenangkan kok.

KM Putri Kembang Dadar

Saya sebenernya teramat minder karena ga punya kamera canggih, sebut saja DSLR. Saya cuma kamera cupu (pinjem istilah Boim), cuma punya kamera saku, Canon Ixus. Yaaa gpp kata Nicowijaya, bawa aja kamera sakunya. Tapi pas sampe lokasi hari itu, saya langsung merasa, memang kamera saku saya tidak bertemu dengan teman-temannya. Yaolo yaaa… itu peserta hampir 100 orang, bawa kamera nan sakti dilengkapi dengan lensa beragam nan mahal harganya itu. Langsung deh saya melipir dengan senyuman.

Nico mengabadikan #FN9JelajahMusi dengan kapal kecil

Naik kapal KM Putri Kembang Dadar menuju Pulau Kemaro, disana akhirnya para peserta lomba foto berhadiah Canon 1100D itu memulai aksi mereka. Telah disiapkan 2 model nan canti juga seksi yang menjadi fokus para peserta hari itu. Karena, Pulau Kemaro ini identik dengan Imlek dan Cap Gomeh, maka model-model itu menggunakan kostum ala cece-cece gitu. Sekali lagi saya didera minder yang tak ada obatnya, sampe akhirnya saya hanya menggunakan kamera saku saya untuk foto-fotoin para peserta dan juga videoin kegiatan hari itu. Selebihnya, kerjaan saya livetwit doang. Mbak Ira dan Boim tetap ikut foto-foto dong, kamera mereka kan termasuk sakti. Dan, akhirnya saya dan Boim difotoin levitasi gitu sama Mbak Ira. Hasilnya? ini nih….

levitasi gaya apaan ga ngerti (foto: Mbak Ira)

Meninggalkan Pulau Kemaro saat jam makan siang, lanjut makan siang di kapal sambil nyanyi-nyanyi trus menuju Kampung Kapitan yang ternyata ga jauh Terus terang saya baru kali itu ke Kampung Kapitan, kirain bakal masuk ke kampungnya, ternyata cuma di depan doang. Lanjut lagi temen-temen peserta pada mulai foto-foto lagi, tapi kali ini ga cuma 2 model cantik jelita tadi, tapi ada para penari yang juga jadi model. Yang kerennya adalah, para penari difoto dengan latar belakang jembatan Ampera. Sedap betul. Keren abis.

para peserta lagi foto-foto

Setelah foto-foto di Kampung Kapitan, waktunya untuk para peserta mengumpulkan foto dan saya cuma bisa melonhgo karena hasilnya emang keren-keren semua, minimal buat saya yang awam ini, itu foto top banget deh. Saat penjurian, dibagikan doorprize, yang membuat saya juga Mbak Ira dan Boim melipir ke paling pinggir. Yaa… gimana gak coba? doorprizenya tuh yang punya lensa terpanjang, lensa terlebar, yang punya banyak lensa, yang gitu-gitu deh. Kebayang kan itu para fotografer andal semua.

sebanyak ini nih pesertanya
viewnya gini nih

Eh iya, pemenangnya dari juara 1 sampe juara harapan 3 kagak ada yang dari Palembang, semua kebetulan dari luar kota semua. Hebat gak tuh, ada yang dari Medan, Padang, Jambi  cuma buat ikutan acara ini. Sayangnya ya, hasil foto-foto mereka yang menang ga ditampilin ke layar gitu (emang karena ga ada layar proyektor gitu sih ya), jadi bisa diliat pada hari itu juga.

Suzan, Mbak Ira, Nike (foto: Adrian)
Adrian lagi motoin model

Buat saya menyenangkan sekali melihat para fotografer itu dengan semangat foto-foto, apalagi sampe kenal dan akhirnya belajar banyak dari mereka. Fotografi itu begitu menyenangkan. Mungkin ada baiknya, saya mulai mengenal beberapa istilah fotografi, biar ntar bisa ngeh orang-orang itu ngomong apa

22 thoughts to “Jelajah Musi Bersama Fotografer.Net”

  1. Kan tinggal daftar di FN, terus upload, udah jadi anggota FN Nick. Aku dulu pertama kali masuk FN031 (istilah FN Surabaya) juga pakai kamera saku, malah lebih jelek dari punyamu (Powershot A300). Ditunggu Nikon D5100 nya buat motret kebun raya yaaa…

  2. hahaha, kasusmu mirip mirip khasusku mbak, aku kadang kadang diajak jalan sama anak fotografer di sini. dan hanya jadi penggembira saja. jadi fotografer penggembira dengan camera ponsel, haha

    lhoo kok nyampe penggembira lagi )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.