14
Aug '13

Menjadi Perempuan dan Ibu Pekerja

Menjadi Perempuan dan Ibu Pekerja
Menjadi Perempuan dan Ibu Pekerja
Menjadi Perempuan dan Ibu Pekerja

Tapi bagaimana dengan seorang perempuan yang ditakdirkan tidak bisa mempunyai anak?

Dan, bagaimana dengan ibu yang terpaksa menjadi single parent? Mereka yang terpaksa menafkahi anak-anak mereka dengan bekerja?

Saya jadi inget film Perempuan Berkalung Sorban, seorang istri yang awalnya ngikut aja perlakuan suaminya. Dikatakan, Perempuan punya surganya sendiri tanpa harus jadi apa-apa. Saya percaya dan saya yakin itu. Tapi bukan berarti perempuan tidak melakukan sesuatu yang membuat mereka lebih berkarya, bukan? Ya. Saya setuju. Dengan tidak mengabaikan fitrahnya menjadi perempuan dan ibu.

Banyak yang akhirnya meributkan masalah ini, pun dengan membanding-bandingkan ibu yang tidak bekerja dan ibu yang bekerja. Zaman berubah, banyak cara yang menjadikan pahala dan ibadah yang bisa dilakukan seorang perempuan.

Saya rasa Ustad ini agak terlalu ‘keras’ dalam dakwahnya di social media. Secara tulisan, seharusnya si ustad harus lebih bisa membalut tulisannya dengan tidak terasa menyudutkan sebagian orang, tapi dengan cara mengajak sesuai pesan yang mau disampaikan.