Menjadi Blogger dan Artikel Wolipop

Seminggu lalu, Mas Karel menanyakan nomer kontak saya, akan ada dari Detikcom yang akan menghubungi katanya. Esoknya, Mbak Enny beneran nelpon saya dan membuat janji untuk bisa wawancara via telpon mengenai ngeblog dan blogger perempuan untuk liputan khusus Wolipop (laman Detik yang ngomongin hal-hal seputar perempuan).

Lalu di wawancara lah saya hari itu sekitar 40 menit. Bahas dari awal kenapa bikin blog, ngeblognya tentang apa aja, diliat sering ngereview buku di blognya, kok bisa begitu dan banyak lagi seputar blogging yang saya kerjakan. Dan, pertanyaan pun hingga gimana saya bisa kesana kemari untuk sharing soal blog, dapet apa aja dari blog hingga pencapaian apa yang paling membanggakan.

Saya sebenarnya bingung, jika ditanyakan pencapaian apa yang paling membanggakan atau terbaik lah sejauh 7 tahun saya ngeblog. Saya lalu menjawab, ‘Jika saya bisa mendapatkan banyak kesempatan dan memperoleh banyak sekali manfaat dari blog, saya sharing hal itu dan orang lain juga lantas termotivasi untuk melakukan hal yang sama (ngeblog) hingga merasakan manfaatnya juga, itu pencapaian terbesar yang paling baik saya rasa, Mbak‘.

Kemarin, akhirnya artikel dari wawancara itu terbit juga. Saya diberitahu sama Mbak Enny sih, tapi justru dapet info lebih dulu dari teman di Twitter. Saya baca dan gak lama kemudian saya mendapati sms dari sepupu saya yang sudah lama gak ketemu (belasan tahun sepertinya), dia bilang dia baca artikel Wolipop itu. Bagi yang mau baca, boleh lho

Berawal dari Hobi, Berubah Menjadi Rezeki Karena Menulis Blog

Saya menganggap blog sebagai media untuk saya mengingat banyak momen penting dalam hidup saya, tentulah saya tidak bisa mengingat banyak kejadian, kegiatan dan banyaknya teman-teman yang saya kenal juga sederet cerita didalamnya. Saya hanya mencoba menulis banyak hal yang sudah saya lalui, saya temukan sekedar untuk berbagi hingga selanjutnya blog ini bisa menjadi saksi sejarah *ini terdengar agak lebay* tentang apa yang sudah dan belum saya kerjakan.

Oh ya, ini ada artikel kedua yang ditulis Mbak Enny

Bisakah dari Menulis Blog Mendapat Penghasilan? Bisa, Asalkan…

Yok terus berbagi lewat menulis blog

Menulis itu Soal Pengalaman

Gimana caranya bisa bersepeda? Ada gak buku panduan biar bisa bersepeda?
Cuma latihan terus, akhirnya juga bisa sendiri kan?
Begitu juga dengan menulis, semakin sering kamu menulis, maka tulisan akan semakin baik.

tinggal tulis…

Paling gak, itu yang saya yakini selama ini.
Kalo ada yang bilang tulisan saya bagus, itu berarti saya lumayan banyak latihan menulis, ya dalam blog ini contohnya. Liat deh tulisan-tulisan lama saya, bisa dibilang galau banget, jarang ada yang penting, cuma yaa.. itu tadi, menulis itu soal pengalaman. Semakin sering menulis ya akan semakin baik tulisannya.

Sekarang banyak banget kompetisi blog, itu sama artinya banyak sekali kesempatan kita belajar menulis dengan mendapatkan suatu hadiah. Gak salah memang, sejauh itu bisa membuat kita mengeluarkan ide-ide nan brilian dari kepala untuk dituliskan dalam blog. Kadang hadiah memang mendorong kita untuk menulis. Sebut aja deh temen-temen saya yang banyak banget dapet hadiah dari lomba nulis di blog. Kadang saya suka takjub melihat mereka yang menang terus.

Saya gimana?
Beberapa kali ikut kompetisi nulis jarang banget menang, eh malah seringkali diminta justru jadi juri lomba nulis. Yaa… rejeki mah beda beda ya. Saya pun gak terlalu peduli dengan hadiah biasanya, kalo memang pengen ikut ya karena saya memang pengen nulis soal tema tersebut. Soal menang dan kalah, itu sih biasa, ambil sisi positifnya, bisa latihan nulis terus kan ya

Ikut kompetisi menulis blog ya gak ada salahnya. Pengalaman saya menjadi juri lomba nulis Pesona Sumsel sebulan yang lalu misalnya, saya mendapati tulisan-tulisan menarik dan juga baik gak cuma dari orang-orang Sumsel tapi juga seluruh Indonesia. Dan lagi, saya mendapati banyak hal-hal menarik yang diceritakan disana yang malah saya aja belum pernah tahu. Rencananya, tulisan-tulisan tersebut akan dibukukan yang nantinya tidak akan diperjualbelikan tapi akan diberikan ke banyak perpustakaan di Sumsel.

Kata siapa yang ikut lomba blog biasanya cuma ngarep hadiahnya? Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) pernah ngadain lomba blog dalam waktu seminggu dan hadiahnya bisa dibilang gak ada yang mahal, biasa aja, dan tebak berapa banyak yang ikut? 62 orang lho. Itu membuktikan bahwa gak selamanya hadiah bikin orang tertarik ikutan lomba nulis. Bisa karena tema yang diambil. Tapi ya gak dipungkiri juga, semakin menggiurkan hadiahnya ya akan ada banyak aja yang ikutan, apalagi kalo hadiahnya mobil gitu ya *ditoyor*

Yang perlu diingat adalah bagaimana kita bisa menulis, apapun idenya, apapun hal yang mendorongnya (entah itu lomba atau memang hanya berbagi saja) tetaplah menulis, tetaplah berbagi. Jangan sampe gak ada lomba lagi malah gak ada lagi juga tulisannya.

Membacalah Lalu Tuliskan

Hai, selamat hari Kartini ya bagi semua perempuan Indonesia
Dari pagi di timeline Twitter udah penuh dengan tuit tentang Kartini, dan saya baca, kenapa Kartini berbeda dengan pahlawan perempuan yang lain? Karena dia menulis.

Saya rasa itu jawaban paling pas buat saya.
Kartini yang dari jaman dulu aja udah menulis, bagaimana dengan kita yang penuh dengan teknologi yang memudahkan ini tidak bisa?

Saya akui, saya belum menerbitkan satu buku pun (tapi sedang dalam proses kok ), tapi paling tidak saya menulis dalam blog ini.
Saya bukanlah seorang pengingat semuanya, maka tiap momen yang saya lewati saya tuliskan untuk akhirnya jika saya lupa, saya bisa membacanya kembali dalam blog ini.

Proses menulis tidak lepas dari kegiatan membaca, saya percaya hal itu. Kita tidak bisa menulis jika kita tidak membaca. Maka, mulailah dengan hal yang menyenangkan untuk dibaca. Kalo gak suka baca buku sastra nan berat, kan bisa baca novel atau komik yang lebih menarik kan ya? Banyak genre buku sekarang yang bisa kita nikmati kapan saja. Toko buku tersebar banyaknya, jika belum punya duit banyak buat beli buku pun sudah banyak taman bacaan dan perpustakaan yang menyediakan buku-buku untuk dibaca.

Bikin target aja, kalo 1 hari baca 1 halaman aja, berarti dalam 1 tahun kamu bisa baca 1 buku dengan jumlah 365 halaman. Iya kan? Gampang tho?

Adalah teman-teman di Goodreads yang membuat saya punya semangat baca. Saya belajar banyak dari mereka bagaimana memanfaatkan waktu untuk selalu membaca. Dan, ketika teman-teman membuat satu kelompok dengan nama Blogger Buku Indonesia, saya rasanya senang sekali. Ada orang-orang yang ternyata gak cuma jago baca buku tapi juga mampu menuliskannya di blog.

Blogger Buku Indonesia

Blogger Buku Indonesia (BBI) ini adalah temen-temen yang blognya digunakan untuk berbagi review buku yang mereka baca. Ternyata banyak lho, salut sama mereka. Saya memang mungkin pembaca aktif, tapi untuk mereview paling banyak 3 buku dalam 1 bulan kayaknya. Makanya blog saya ini gak masuk BBI karena katanya gak khusus review buku :p

Read More

Lokal Portal Detik.com, Bagaimana kelanjutannya?

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat email yang berisi ajakan untuk bergabung ke 1 group (mailing list/milis) yang diberi judul ‘Lokal Portal’. Dalam hati, saya merasa senang sekali diajak bergabung ke milis ini, dengan banyak pertanyaan yang mungkin akan saya dapatkan dari milis ini tentang lokal portal Detik.com yang sejak roadshow Detik.com Maret 2011 lalu saya coba.

Oke, saya cerita dulu ya gimana saya akhirnya dapet lokal portal beralamat di http://nikerasyid.lokal.detik.com. Detik.com di awal tahun ini, membuat satu roadshow di beberapa kota tentang citizen journalism dan entrepreneurship. Di Palembang kemaren diadakan tanggal 12 Maret 2011 di Novotel. Peserta yang ikutan akhirnya membludak hingga hampir 300 orang untuk seminarnya, dan untuk workshop sudah dipilih sekitar 45 orang saja, termasuk saya dan beberapa temen dari Wongkito.

lokal portal Nike
lokal portal saya

Seminar yang diisi antara lain oleh Budiono Darsono (founder dari Detik.com) dan Raditya Dika ini berlangsung seru, saya pribadi merasa seminarnya ‘dapet’ banget deh dan tidak membosankan. Setelah kelar sesi seminar, kita masuk ke sesi workshop. Mulailah kita (sekitar 45 orang) mendapat banyak info tentang lokal portal sampai poin-poin menulis ala jurnalis. ¬†Terakhir, kita diminta untuk belajar langsung menulis lewat lokal portal yang sudah disediakan.

Sebelumnya, memang saya sudah mendapatkan email berisi username dan password yang akan digunakan untuk bisa mengakses lokal portal tersebut, tapi nyatanya password yang dikirim keemail tidak dapat digunakan, karena pihak panitia Detik.com sendiri telah membuat password baru dan sama untuk semua peserta hari itu, dengan alasan untuk memudahkan mereka memantau lokal portal masing-masing orang. Oke, lanjut akhirnya kita diminta untuk membuat sebuah posting tentang sebuah perampokan dengan dinilai langsung poin-poin penulisannya, seperti judul, isi dsb. Saya sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa menulis ala wartawan itu sulit (ini bagi saya yang biasa menulis di blog ya). Terlalu banyak aturan yang harus diikuti, harus begini dan begitu. Tapi ya, memang sepertinya harus seperti itu jika menulis di sebuah portal berita.

Karena saya punya blog dan saya merasa lebih enjoy nulis di blog, saya melupakan lokal portal yang saya punya. Hingga, di awal April saya mau login dan saya lupa passwordnya. Lantas saya coba reset aja, dapet email sih, tapi halaman reset passwordnya ga bisa dibuka. Lah, piye??

password baru
not found

Sejak hari itu saya ga pernah buka lagi deh tuh lokal portal dari Detik.com

Setelah bergabung dengan milis Lokal Portal, bukannya saya mendapat pencerahan, sebaliknya saya mendapat pertanyaan baru, yang justru muncul dari temen-temen yang dapet lokal portal di kota-kota lainnya. Kalo saya boleh rangkum, kira-kira keluhan mereka seperti ini :

Read More

Ikut Blogshop Kompasiana dapet Voucher Nonton

Kemaren, akhirnya ikutan acara Kompasiana kedua di Palembang. Setelah tahun lalu ikutan dan cuma ngobrol-ngobrol aja, kali ini jauh lebih seru karena dengan paparan dari si ahlinya melalui tema Citizen Journalism. Jujur aja, saya sebenernya tau blogshop ini dari Indah. Indah jugalah yang ngasih info lewat milis wongkito sehingga temen-temen Wongkito lumayan banyak yang hadir. Tak absen dulu ya, ada diriku, Nitz, Indah, Eriek, Idrus, Fanda, Trendy, Deddy, Hajir dan Rio. Sayang, Suzan ga bisa hadir karena harus liputan

Wongkito bersama Mas Is dan Mas Heru

Ada 2 sesi, yaitu sesi 1 pertama pengenalan Citizen Journalism oleh Mas Iskandar Zulkarnaen dan setelah makan siang dilanjutkan dengan sesi Menulis Cepat, Menarik dan Bermanfaat oleh Mas Heru Margianto. Kedua sesi sangat menyenangkan dan benar-benar dibutuhkan bagi para blogger-blogger pemalas seperti saya. Semoga setelah dapet siraman pelatihan kemarin bisa membawa saya lebih semangat menulis apalagi kan saya dapet voucher nonton karena tulisan saya dipilih sebagai tulisan yang bermanfaat oleh Mas Heru.

Read More