21
Apr '12

Membacalah Lalu Tuliskan

Hai, selamat hari Kartini ya bagi semua perempuan Indonesia
Dari pagi di timeline Twitter udah penuh dengan tuit tentang Kartini, dan saya baca, kenapa Kartini berbeda dengan pahlawan perempuan yang lain? Karena dia menulis.

Saya rasa itu jawaban paling pas buat saya.
Kartini yang dari jaman dulu aja udah menulis, bagaimana dengan kita yang penuh dengan teknologi yang memudahkan ini tidak bisa?

Saya akui, saya belum menerbitkan satu buku pun (tapi sedang dalam proses kok ), tapi paling tidak saya menulis dalam blog ini.
Saya bukanlah seorang pengingat semuanya, maka tiap momen yang saya lewati saya tuliskan untuk akhirnya jika saya lupa, saya bisa membacanya kembali dalam blog ini.

Proses menulis tidak lepas dari kegiatan membaca, saya percaya hal itu. Kita tidak bisa menulis jika kita tidak membaca. Maka, mulailah dengan hal yang menyenangkan untuk dibaca. Kalo gak suka baca buku sastra nan berat, kan bisa baca novel atau komik yang lebih menarik kan ya? Banyak genre buku sekarang yang bisa kita nikmati kapan saja. Toko buku tersebar banyaknya, jika belum punya duit banyak buat beli buku pun sudah banyak taman bacaan dan perpustakaan yang menyediakan buku-buku untuk dibaca.

Bikin target aja, kalo 1 hari baca 1 halaman aja, berarti dalam 1 tahun kamu bisa baca 1 buku dengan jumlah 365 halaman. Iya kan? Gampang tho?

Adalah teman-teman di Goodreads yang membuat saya punya semangat baca. Saya belajar banyak dari mereka bagaimana memanfaatkan waktu untuk selalu membaca. Dan, ketika teman-teman membuat satu kelompok dengan nama Blogger Buku Indonesia, saya rasanya senang sekali. Ada orang-orang yang ternyata gak cuma jago baca buku tapi juga mampu menuliskannya di blog.

Blogger Buku Indonesia

Blogger Buku Indonesia (BBI) ini adalah temen-temen yang blognya digunakan untuk berbagi review buku yang mereka baca. Ternyata banyak lho, salut sama mereka. Saya memang mungkin pembaca aktif, tapi untuk mereview paling banyak 3 buku dalam 1 bulan kayaknya. Makanya blog saya ini gak masuk BBI karena katanya gak khusus review buku :p

Sebut saja Om Hernadi Tanzil, beliau ini keren banget deh kalo review buku, gak ecek-ecek kayak saya. Hampir kalo ada buku-buku baru Om Tanzil ini selalu dikirimin buat di review. Review buku yang dibuat komplit banget gitu.

Terus, ada lagi seorang teman, namanya Ijul. Dia ini cowok yang suka banget novel metropop, dari dia saya suka diskusi buku-buku baru bergenre metropop atau chicklit. Ijul ini ya menurutku menakjubkan bener deh. Gak cuma membaca, dia juga hampir dengan baik mereview buku tersebut sampe ke deretan typo yang ada di dalamnya. Sumpah, baru kali ini saya melihat orang baca buku sebegitu detilnya, dan pernah satu kali saya melihat buku dia penuh dengan sticky notes kecil-kecil warna-warni sebagai penanda typo. Juara banget kan!

review atas typo dari blognya Ijul

Ada lagi temen yang kerja sebagai pustakawan, sebut saja Luckty di Lampung dan Mbak Truly di perpustakaan UI. Mereka setiap hari ngeliatin buku aja gitu, gak pernah bosen dan selalu menulis. Bener-bener passion mereka gitu deh.

Membaca itu menyenangkan kawan, tapi lebih baik lagi jika kamu mau membaginya dengan menuliskannya

Mengutip tagline di Goodreads Indonesia :
Baca itu seru. Nulis itu perlu!

If you don’t have time to read, you don’t have the time (or the tools) to write. Simple as that. (Stephen King)