Lawan Tulisan Dengan Tulisan

Sebenarnya sudah seminggu tulisan Damar Juniarto tentang Pengakuan Internasional Laskar Pelangi di Kompasiana itu diterbitkan. Saya membaca tulisan panjang itu, dan disanalah saya juga baru tahu nama asli Mas Amang (atau @scriptozoid ) begitu dia dikenal di kalangan Goodreads.

gambar : leverage-pr.com
gambar : leverage-pr.com

Terlepas dari Mas Amang dekat dengan teman-teman Goodreads, saya merasa tulisannya di Kompasiana itu begitu bagus, begitu lengkap, tentunya dia gak akan nulis begitu kalo memang dia gak tahu bener gimana gimananya soal buku penulis ngetop, Andrea Hirata itu.

Saya sendiri penyuka karya Andrea Hirata, silakan buka halaman Goodreads saya disana terlihat penulis favorit saya ya salah satunya Andrea Hirata. Saya kaget ketika kemarin pagi timeline Twitter heboh jika Andrea Hirata memperkarakan tulisan Mas Amang tersebut. Saya gak menyangka langkah tersebut yang diambil oleh Andrea Hirata atas sebuah tulisan tentang karyanya.

Read More

Review Buku 11 Patriot

Sebelas Patriot

Judul Buku : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 108 Halaman
Harga : Rp. 39.000
ISBN : 9786028811521

Kalo sebutan untuk fansnya Real Madrid namanya Madridistas, nah kalo PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) namanya apa? Andrea Hirata menyebutnya Patriot. Patriot PSSI!

Apa yang ada dalam benak kita jika mendengar kata ‘patriot’? Pahlawan!
Seperti itulah yang ingin dituturkan Andrea Hirata di novel keenamnya ini. Andrea Hirata menawarkan cerita yang saya pikir akan bernilai nasionalisme, tentang betapa mencintainya Ikal dengan PSSI dan sepak bola.
Ya, memang ada nasionalisme yang tergambar jelas dalam buku ini, namun ternyata tidak sebesar ekspektasi awal saya terhadap buku ini.

Diceritakan Ikal akhirnya mengetahui jika Ayahnya adalah seorang pemain sepakbola, lebih tepatnya pemain sayap kiri berbakat yang harus mundur karena pada saat itu (jaman penjajahan Belanda) ditentang oleh Belanda dan Ayah Ikal harus menerima semuanya. Ikal mengetahui hal tersebut karena sebelumnya melihat foto sang Ayah sedang memegang piala dan memakai pakaian sepakbola. Sejak saat itu Ikal bertekad ingin menjadi pemain junior PSSI, namun gagal.

Saya selalu salut kepada Andrea Hirata yang mampu mengemas tulisannya dengan gaya melayu jenaka dan penuh dengan kata-kata bijak yang memompa semangat para pembaca. Tak usahlah diragukan lagi kepiawaian seorang Andrea Hirata kalo soal itu. Buku-bukunya akan selalu bisa dinikmati dan ditunggu-tunggu para pembacanya. Apalagi saat dituliskan pelatih Toharun melatih Ikal cs dengan filosofi buah-buahan, menarik sekali. Apalagi ditambah dengan korelasi antara pantat dengan kemahiran bermain sepakbola, benar-benar bikin saya ketawa sendiri.

Read More

Review Buku Dwilogi Padang Bulan Andrea Hirata

Karna kejer setoran, saya rasa baiknya kali ini reviewnya jadi satu, ini dia :

Padang Bulan

Judul Buku : Padang Bulan
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 254 Halaman
Harga (sekaligus dua buku) : Rp. 76.500
ISBN : 9786028811095

Kelar dalam waktu setengah hari. Karena suami suka sekali dengan karya Andrea Hirata, saya jelas jadi ikutan baca aja.

Setelah hampir sebulan dianggurin, ini buku saya lirik juga. Saya pikir ini buku mungkin akan lebih menarik dari Maryamah Karpov. Ternyata eh ternyata, saya juga tidak merasa buku ini lebih baik dari Maryamah Karpov.

Masih bercerita tentang Ikal dan kisah cintanya pada A Ling. Tetap dengan bumbu Melayu yang khas ala Andrea Hirata, saya pikir hanya ini yang buat buku ini masih enak dibaca. Tokoh2 baru seperti Enong mungkin akan lebih banyak diceritakan dibuku kedua dari Dwilogi Padang Bulan ini.
Entah kenapa judulnya jadi Padang Bulan? Mungkin Padang menjelaskan luasnya atau banyaknya cara yang dilakukan Ikal untuk meluluhkan hati A Ling, dan Bulan adalah A Ling-nya. Itu mungkin loh ya

Kisah cinta Ikal kayak cinta buta. Ikal menempuh segala cara hingga musuhan sama sang Ayah hanya untuk A Ling. Awal2 buku, sepertinya mozaik2 yang berdiri sendiri, barulah sekitar mozain 20an cerita menjadi satu.

Kisah peliknya hidup Enong lebih menarik buat saya ketimbang kisah cinta Ikal. Saya berharap novel keduanya lebih banyak nyeritain kehidupan Enong dan mimpinya.
Read More

Review Film Sang Pemimpi

Poster Sang Pemimpi
Poster Sang Pemimpi

Judul Film : Sang Pemimpi
Pemain : Nugie, Mathias Muchus, Rendi Ahmad, Vikri Septiawan, Azwir Fitrianto, Lukman Sardi, Nazril Ilham
Sutradara : Riri Riza
Durasi : 128 menit

Inilah sekuel Laskar Pelangi yang booming itu, Sang Pemimpi, diadaptasi langsung dari novel karya Andrea Hirata yang berjudul sama yaitu Sang Pemimpi. Bener, ini film yang ditunggu-tunggu tahun ini, kenapa? Buat saya, Sang Pemimpi adalah salah satu novel terbaik yang pernah saya baca, malah lebih baik dibandingkan dengan Laskar Pelangi. Jujur saja, saya lebih dulu beli buku Sang Pemimpi baru kemudian beli Laskar Pelangi, otomatis yang dibaca duluan ya Sang Pemimpi.

Novelnya memberikan semangat mengejar mimpi tak kalah baik dengan filmnya. Riri Riza dengan sangat baik mampu mengadaptasi setiap detil yang paling menarik di novel Sang Pemimpi menjadi satu tontonan segar khas cerita anak Belitong yang mulai ABG

Kisahnya masih tetap tentang Ikal (Kecil diperankan tetap oleh Zulfany, Remaza diperankan Vikri dan dewasa diperankan Lukman Sardi) tapi bukan lagi dengan teman-teman dari laskar Pelangi, melainkan sepupunya Arai (Remaja diperankan Rendi dan dewasa diperankan Nazril Ilham) plus Jimbron (diperankan Azwir). Sesuai judul, ini cerita tentang mimpi-mimpi Ikal dan Arai untuk sekolah ke Sorbonne, Paris.

Yang penting dari mimpi, bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu
-Pak Balia-

Read More

Woot ? Maryamah Karpov Jilid 2 Tidak Diterbitkan?

Baru aja baca dari tempat reviewnya Mas Tanzil, dan bener-bener kaget baca postingannya soal Maryamah Karpov. Ini nih, di kutip langsung ya :

Kejanggalan tersebut dan juga endingnya yang menggantung pada akhirnya memunculkan spekulasi bahwa akan ada Maryamah Karpov jilid 2. Untuk itu saya mencoba mengkonfirmasikan hal ini langsung pada Andrea Hirata. Dalam perbincangan telponnya, Andrea menegaskan bahwa Maryamah Karpov memang dibuat menjadi dua jilid. Jilid pertama yang sekarang telah terbit memang tak banyak membicarakan Maryamah Karpov karena di jilid ini Andrea bermaksud membangun karakter tokoh-tokoh yang kelak akan dimatangkan di jilid keduanya. Dan di jilid keduanyalah Maryamah Karpov akan banyak berperan.

Namun sangat disayangkan, dengan tegas Andrea menyatakan bahwa hingga saat ini jilid 2 Maryamah Karpov tidak akan diterbitkan !. Andrea mengungkapkan bahwa ada berbagai pertimbangan yang menyebabkan ia terpaksa menolak untuk menerbitkan Maryamah Karpov jilid 2 dan memilih ‘menghilang’ sementara dari dunia kepenulisan. Pertimbangan apa? Daripada saya salah mengutip pernyataan Andrea yang disampaikan pada saya lewat telpon, biarlah Andrea atau Renjana Organizer sendiri yang akan menjelaskannya pada publik kelak karena pembaca Tetralogi Laskar Pelangi butuh penjelasan yang tuntas dari penulis mengenai tidak tuntasnya novel pamungkas ini.

Wah… ngutipnya kebanyakan ya? Biar ga lewat atuh bacanya…

Berarti emang bener, kalo Maryamah Karpov ada 2 jilid, dan jilid terakhir tidak akan diterbitkan, itu menurut penuturan Andrea sendiri via telpon…. ah… ga keren ah kalo ga diterbitin. Saya justru menunggu hal yang menarik di jilid 2….