Kompetisi Blog MyTelkomsel

Sekarang memang zamannya smartphone, jadi kalo bisa semuanya aja punya aplikasi sendiri. Kalo mau cek film bagus apa gak, ratingnya berapa bisa cek di aplikasi IMDB. Trus kalo buku, bisa cek di aplikasinya Goodreads. Jadi segala gampang deh pake aplikasi di smartphone kita.

udah nyobain nih
udah nyobain nih

Nah, buat mempermudah layanan juga akhirnya Telkomsel mengeluarkan aplikasiyang diberi nama MyTelkomsel. Aplikasi MyTelkomsel ini sudah bisa kamu download di AppStore, AppWorld dan juga PlayStore di smartphonenya kamu.

Trus trus kemudahan apa sih yang bisa diberikan MyTelkomsel?
Jadi ya dari  My Telkomsel ini kita bisa cek tagihan KartuHalo (bagi pengguna pascabayar Telkomsel), bisa berbagi pulsa, bisa ngecek pemakaian internet, paket apa yang sedang aktif sampe beli paket internet di tablet yang gak punya fitur teleponnya.

Read More

Blog dan Penggunaan Lisensi Creative Commons

sumber : imo.thejakartpost.com

Saya baru kok menampilkan badge lisensi creative commons (cc) di blog ini. Kenapa? Karena saya baru sadar, semua butuh kepastian begitu pun juga halnya dengan konten dalam sebuah blog.

Bagi para blogger, satu-satunya yang bisa dibanggakan adalah tulisannya. Entah mau tulisannya soal kegalauan kek, serius ngomongin politik kek atau provokatif kayak aktivis kek, semua soal berbagi. Membagi dalam tulisan. Banyak hal yang bisa ditulis dan dibagikan dalam media blog, dari hal-hal kecil yang personal hingga informasi yang benar-benar dibutuhkan banyak orang. Tidak ada keterpaksaan, hanya ingin berbagi.

Tulisan juga merupakan karya cipta oleh karena itu blogger punya hak cipta atas tulisannya. Jadi, menurut UU no. 19 tahun 2002  tentang Hak Cipta ada syarat siapa aja yang mau menggunakan tulisan tersebut untuk berbagai keperluan ya syaratnya harus menyantumkan atau menyebutkan sumbernya.

Read More

Nike.my.id : Blog Khusus Review Buku

Akhirnya gabung juga sama temen-temen Blogger Buku Indonesia (BBI)

Sebenernya berat buat saya punya banyak blog *tsah*, takutnya sih jadi susah apdet sana sini gitu. Apalagi dari dulu saya udah ngereview buku di blog ini, jadi saya pikir lebih enak jadi satu begini. Tapi, kadang saya menyadari juga mungkin temen-temen yang baca blog ini akan bosan karena dipenuhi dengan review blog (padahal sebenernya sebulan juga paling banyak 4 posting review buku).

nike.my.id
nike.my.id

Dengan banyak pertimbangan akhirnya saya pikir gak ada salahnya untuk punya blog khusus soal review buku ini. Pertama, teman-teman yang memang pengen liat seputar buku bisa mengunjungi blog itu saja. Kedua, saya ‘dipaksa’ untuk punya blog khusus sama temen-temen BBI biar sah dan terdaftar jadi blogger yang ngomongin dan nulis review buku. Ketiga, saya pengen punya domain my.id cuma emang blom tau mau dipake buat apa.

Read More

Bagaimana Baiknya Menulis Keluhan Tentang Pemerintahan Dalam Blog?

Sebenarnya saya kadang bingung, bagaimana sebaiknya kita sebagai blogger menulis keluh kesah tentang pemerintahan negara ini?

Ada banyak keluhan yang terjadi, mungkin kaitannya tentang tindakan korupsi misalnya, tentang kekhilafan polisi yang menerima suap atau tentang birokrasi dari orang-orang pemerintah yang biar cepet mesti dikasih duit, berikut juga tentang layanan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Rasa-rasanya hal ini banyak banget kejadian, hanya saja gak banyak yang mau menceritakan, menulis atau apalah namanya kepada banyak orang, melalui blog misalnya. Saya pribadi kadang juga takut kejadian kayak Pak Musni yang menceritakan dugaan kasus korupsi di salah satu sekolah atau kayak 3 blogger Vietnam yang masuk penjara gara-gara mengkritik pemerintah di negaranya.

Katakanlah saya banyak gak ngerti sama urusan politik negara ini (atau gak mau ngerti) yang njelimet tiada tara, tapi saya juga cuma seorang blogger yang kadang gemes pengen nulis sesuatu yang berbau kritik pada pemerintah. Namun, beberapa kasus yang bermunculan membawa sebagian besar blogger memilih berada di zona aman, dengan dalih ‘ya daripada kena kasus’.

Saya pikir kebebasan berpendapat/berekspresi menjadi omong kosong jika kita  tidak bisa benar-benar ngomong/menulis tentang banyak hal dan berada dalam ketakutan. Takut terjerat UU ITE misalnya, takut dipolisikan atas pencemaran nama baik contohnya. Uhg…. saya mah beneran jadi takut, liat polisi aja saya males apalagi urusan sama pengadilan.

Jadi, kira-kira menurut teman-teman bagaimana sebaiknya kita sebagai blogger bisa menuliskan keluhan atas pemerintahan dengan bebas tanpa rasa takut?

Memangnya Kenapa dengan Domain .id ?

Bangga Pakai .id (foto : @pamantyo)

Sudah lama sebenarnya saya membaca tulisan Pakdhe Blontank soal kegalauan Pandi (Pengelola Nama Domain Indonesia), abis saya baca tulisan itu lalu saya mengangguk-angguk sendiri sambil bilang dalam hati ‘bener juga ya’.

Temen-temen yang punya blog atau web dengan domain sendiri, pada pake domain Indonesia gak? .id (dot aidi) ? Mungkin hampir semua menggelengkan kepala, mungkin serta merta akan bilang .com (dot com) lebih keren kok ya atau .net (dot net). Ini bukan masalah keren atau gak keren kok ya, emang sih kalo kita terhubung dengan internet yang kepikiran soal alamat web/blog itu biasanya ya .com, lah anak saya yang 3 tahun aja kalo ngeliat apa di laptop ibunya udah bisa bilang ‘dot kom itu Nda…’.

Soal Nasionalisme dan Identitas Bangsa

Kalo kita sibuk koar-koar atas nama nasionalisme, ya harusnya kita juga bangga  pake produk-produk buatan dalam negeri, begitu juga dengan domain yang digunakan. Kalo dibandingin dengan negara tetangga yang bangga pake domain negaranya, kenapa kita juga gak belajar dari mereka? Dengan menggunakan domain lokal itu keliatan identitas si pengguna, bukan hanya karena menggunakan bahasa lokal.

Katanya susah registrasi untuk dot aidi…?

Iya, saya merasakan hal yang sama…. tapi itu dulu. Prosedur yang rada ribet dan kadang konfirmasinya bisa lumayan lama. Bener kok, itu dulu. Sekarang Pandi tetap pada prosedurnya tapi lebih cepat dalam hal konfirmasi. Baik itu mendaftarkan domain ataupun perpanjangan. Jika ada hal atau dokumen yang harus dilengkapi pun ada pesan yang masuk ke email. Intinya, sekarang mendaftarkan nama domain dot aidi itu lebih gampang.

Selanjutnya, dari sana saya mulai menggunakan dot aidi (ya, untuk blog lain yang saya punya) dan mencoba mengajak teman-teman jika ingin menggunakan domain sendiri untuk memilih domain dot aidi. Saya bukanlah duta Pandi, tapi paling gak saya mencoba untuk memperlihatkan identitas saya sebagai orang Indonesia.

Lah kok blog ini gak pake domain dot aidi? Saya kadung nemplok dengan yang punya domain utama nih dan blog ini pun udah 2 kali berganti domain sejak awal masa saya memulai dunia per-blog-an. Akhirnya, domain aidi yang saya gunakan, saya pake untuk blog lain

Jadi, kapan kalian mau menggunakan domain dot aidi?