Love Alarm, Aplikasi Bahaya!

Jika kamu mencari-cari aplikasi Love Alarm di Play Store gara-gara liat judul ini, yak kamu salah. Love Alarm itu gak ada, fiktif dan juga judul drama Korea.

Jadi, sabtu lalu saya nonton drama Korea yang berjudul Love Alarm. Saya tau ini merupakan drama cinta anak SMA, tapi bukan kah cinta selalu dimulai dengan yang pertama? Jadi ya selalu menarik, kan?

gambar dari koreandrama.org

Ya, saya biasanya emang paling males nonton drama yang cinta-cintaan aja isinya, lebih suka drama kriminal, hukum, misteri gitu deh, lebih bikin penasaran, tapi kali ini beda. Kim So Hyun adalah salah satu alasannya. Aktris perempuan muda satu ini menurut saya bakal jadi aktris top sampe dia tua, lah wong di usia sekarang aja aktingnya jago banget, apalagi kalo dapet peran sedih-sedih gitu, top banget lah. Karena itu saya nonton Love Alarm.

Drama ini cuma 8 episode saja, yang tiap episodenya hanya 45 menit. Serial keluaran Netflix ini memang bercerita tentang kisah cinta pertama SMA, tapi nontonnya menyisakan baper (bawa perasaan) yang tidak bisa digambarkan. Ada sedih, ada gemas, ada senyum-senyum juga dibawanya. Cerita yang manis.

Kim Jojo dicintai oleh Hwang Sun Oh dan Lee Hye Yeong. Sun Oh dan Hye Yeong ini dari kecil selalu bersama. Hye Yeong yang menyukai Jojo lebih dulu, tapi cuma bisa dari jauh aja. Dia ngeliatin Jojo dari jauh, senyum waktu Jojo bahagia dan ikut sedih kalo ngeliat Jojo sedih. Hampir semua kebiasaan Jojo dia tau. Ya mungkin terdengar seperti stalker ya, tapi Hye Yeong gak ganggu sama sekali, dia cuma ngeliatin aja.

Sun Oh yang kaya dan anak artis banyak digilai perempuan, eh pas liat Hye Yeong suka cewe dia penasaran trus ikut juga ngeliatin itu Jojo. Trus malah jatuh cinta juga. Sebagai yang lebih berani ya Sun Oh lebih gerak cepat kan ya. Gayung juga bersambut dipihak Jojo.

Trus apa hubungannya dengan Love Alarm? Di sekolah itu, ada yang bikin aplikasi Love Alarm namanya, yang kalo diaktifkan, dia bisa membunyikan love alarm orang yang lagi disukai/dicintai dalam jarak 10 meter. Aplikasi ini langsung populer, padahal keinginan yang buat aplikasi ini cuma buat bilang kalo dia suka sama cewe yang dia suka, dan gak bisa bilang secara langsung.

Lho, kenapa bahaya? Ya bahaya, buat yang populer di sekolah, otomatis Love Alarmnya bunyi terus, karena banyak yang suka. Bagaimana satu aplikasi bisa jadi penentu orang itu suka sama seseorang? Kebayang gak gimana itu deteksinya? Dari detak jantung yang jadi lebih cepat kah ketika bertemu? Atau gimana? Sepanjang nonton saya berpikir keras. Abis itu saya bilang ‘ah, namanya juga kan cerita fiktif’. Bahaya dengan aplikasi ini kita tak bisa membohongi perasaan. Padahal ya hak seseorang juga mau mengatakan atau tidak tentang perasaannya.

Aplikasi ini sebenarnya bisa saja benar-benar ada, tapi ya itu banyak kemungkinan errornya. Kalo berdasarkan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya trus bisa dibilang jatuh cinta, ya gimana dengan kalo sedang olahraga gitu? Di sisi lain, aplikasi ini tentu bahaya bagi yang merasa rendah diri, merasa gak cakep dan punya banyak kekurangan. Mereka yang merasa begitu akan sedih menyadari bahwa tak ada yang mencintai mereka. Padahal jelas kata Tulus, cinta ada banyak bentuknya.

Dalam series itu juga ada orang-orang yang bunuh diri karena merasa tak ada yang membunyikan Love Alarm-nya. Lewat hal ini jelas rasanya bahwa merasa sendiri itu membuat orang stres lalu lemah menjalani hidup yang mungkin sulit sekali (kayak hidupnya Jojo). Dari sana saya sadar dan merasa benar adanya jika hal yang paling menyedihkan di dunia ini adalah kesepian.

Membuat diri sadar bahwa tidak benar-benar sendiri dalam sebuah kesepian itu tidaklah mudah. Saya baper dan nangis seperti merasakan kesedihan dan kesendirian Jojo. Beruntunglah diri yang selalu memiliki tempat berbagi, mensupport kala sedih dan bingung dan ya, sebenarnya selalu ada Tuhan yang tak pernah tidur.

Karakter Hye Yeong jelas adalah yang paling saya suka, Jung Ga Ram dengan ciamik membangun karakter yang perasaan sayangnya teruji waktu, menyukai dengan caranya sendiri dalam drama yang diangkat dari webtoon ini. Selanjutnya, silakan nonton sendiri serialnya, dan tentukan sendiri juga kalian #TimSunOh atau #TimHyeYeong :)

Read more

Penyuka Drama Korea? Wajib Punya Aplikasi Nonton Ini!

Bagi kalian yang hobi nonton drama Korea, pasti gak asing dengan aplikasi nonton online, Viu. Di aplikasi Viu, tinggal download, kita bisa nonton banyak banget judul drama Korea. Saya salah satu penggunanya. Saya merasa gak ketinggalan update drama Korea terbaru dah dengan aplikasi tersebut. Waktu itu saya juga pernah menuliskannya di sini.

Nah, baru-baru ini saya kenalan lagi dengan aplikasi nonton juga, yaitu Tribe. Di Tribe sama sih kayak Viu, kita bisa nonton banyak drama Korea. Saya yakin ada banyak aplikasi nonton yang bereday di Play Store yang mungkin bisa kamu pilih, tapi saya sengaja kali ini mau membandingkan antara Viu dan Tribe.

Read more

Nonton Drama Korea Melalui Aplikasi Android

Siapa yang masih belum move on dari Goblin? Atau masih dengan sabar nunggu kelanjutan cerita Voice?

Kalo kamu ngerti judul-judul drama Korea itu berarti sah lah kamu sebagai salah satu penggemar K-Drama. Saya juga salah satunya.

Sebagai penyuka K-Drama ada beberapa tipe penonton yang bisa saya kategorikan ;

Pertama, ada yang dengan sabar nunggu dramanya kelar tayang sampe tamat trus baru download semua episodenya lalu nonton (atau beli dvd bajakannya? ­čśü).

Kedua, ada yang gak sabar maunya nonton langsung sehari setelah episode tayang di negaranya. Biasanya sudah bisa ditonton secara online itu sehari setelah episode tersebut tayang di Korea.

Aplikasi Pengganti Google Reader

Sampe saat ini saya belum bisa move on dari Google Reader.
Itu faktanya.
Terlanjur cinta nampaknya.
Terbiasa mungkin juga.

Sebelum 1 Juli sebagai pengguna Google Reader mau gak mau ya harus bisa belajar untuk kenalan dengan aplikasi pengganti Google Reader ini. Sudah waktunya berkenalan agar nantinya mampu beradaptasi dengan baik setelah Google Reader benar-benar di tutup.

Ini beberapa aplikasi pengganti Google Reader yang saya temukan :

Read more

Membeli dan Membaca Ebook Dengan QBaca

Berapa banyak dalam sehari kamu baca buku?

Pertanyaan begitu sering sekali ditanyain temen-temen saya, katanya saya selalu baca, padahal gak tiap hari juga ternyata bisa menyelesaikan baca satu buku (kecuali komik). Untuk itu saya pake target baca tiap tahun sejak 2 tahun terakhir, untuk bisa memastikan saya punya waktu untuk selalu membaca, dimanapun dan kapan itu.

Terus terang memang gak mudah mengatur waktu untuk membaca, apalagi godaan membaca timeline Twitter jauh lebih terasa menyenangkan bagi sebagian orang. Mulai dengan mengatur waktu, meluruskan niat untuk memberi waktu untuk membaca.

QBaca

Bagi yang kayaknya sibuk banget kerjaannya mengharuskan pergi kesana kemari, saya menyarankan untuk tetap bisa membaca melalui tablet PC atau ebook reader ya semacam Kindle dan beberapa merk lainnya. Apalagi saat ini pengguna Ipad dan berbagai tablet Android udah banyak banget penggunanya, gak ada salahnya untuk bisa membaca dari perangkat bergerak itu ketika dalam kendaraan misalnya.

Saya pengguna Kindle sejak hampir setahun ini, saya merasa Kindle adalah perangkat terenak yang bisa saya bawa kemana-mana, dalam perjalanan terutama. Saya gak akan merasa kehabisan buku yang bisa dibaca dengan membawa Kindle, berbeda dengan membawa buku yang biasanya saya bawa dan kelar dibaca hanya dalam perjalanan dari Jakarta-Bandung.

Read more

Nyobain Google+ (Google Plus)

Dari 2 hari yang lalu udah heboh banget nih Google+ (Google plus).

Apaan sih Google+ ?
Google+ adalah aplikasi terbaru dari Google yang kegunaannya hampir sama kayak Facebook.

Profile di Google+
Profile di Google+

Bedanya?

  1. Google+ ga pake ‘like’ tapi +1
  2. Google+ pake yang namanya ‘cicrle’ yaitu lingkaran pengelompokan teman yang bisa dibuat semau yang punya akun. Misal, circlenya ‘Friends’, ‘Family’, dll. Sehingga, kita bisa update status bisa di setting yang bisa liat status kita itu circle mana aja, jadi ga semuanya bisa liat.
  3. Google+ cuma bisa buat yang punya akun Gmail
  4. Google+ sejauh ini baru bisa kalo punya undangan (invitation) dari temen kita yang udah bergabung duluan
  5. Google+ bisa share tulisan dengan format font, misal miring, tebal dan coret :D
  6. Google+ blom rame, jadi masih bersih dari ke-alay-an dan tagging dari online shop

Google+ vs Facebook
Google+ vs Facebook

Sejauh ini sih Google+ masih baru, jadi belom bisa dipastiin bisa mengalahkan Facebook seperti yang diprediksikan beberapa orang. Tapi, karena kekuatan Google, saya rasa bisa aja orang lebih enjoy berada di Google+ ini dibanding Facebook. Karena dengan 1 akun Gmail, udah banyak banget

Jadi, mau nyoba Google+ ? Ntar saya invite deh….. :)

Aplikasi Twitter untuk Blackberry, Android dan Iphone

Sesuai janji saya, ini dia saya coba mengklasifikasikan beberapa aplikasi Twitter terbaik untuk beberapa OS yang banyak digunakan :)

Twitter app for Blackberry :
1. Twitter for Blackberry
2. Ubersocial
3. Seesmic for Blackberry
4. Hootsuite for Blackberry
5. SocialScope
6. Tweetgenius
7. Snaptu
8. Blaq

Twitter app for Android :
1. Twitter for Android
2. Seesmic for Android
3. Hootsuite for Android
4. Plume
5. Tweetcaster
6. Twitdroyd

Twitter app for Iphone :
1. Twitter for Iphone
2. Seesmic for Iphone
3. Hootsuite for Iphone
4. Twinkle
5. Twitterfon
6. Ubersocial for Iphone

Silahkan pilih mana yang akan dipakai untuk mobile phone anda :)