Linimassa 2 : Ketika Orang Biasa Melakukan Hal yang Luar Biasa

Semua orang, tidak terkecuali sebenarnya mampu melakukan perubahan.

Iya, ini tentang film dokumenter kedua dari Linimas(s)a. Bagi yang belum pernah menonton film ini, bisa kok diliat langsung dari Youtube atau kalo yang mau unduh, bisa langsung unduh di webnya Linimassa.

Kalo di film Linimassa 1 ada banyak tokoh di dalamnya, yang rata-rata sudah banyak dikenal, seperti Bibit-Chandra soal korupsi, Prita Mulyasari dengan kasus pencemaran nama baik, Harry van Yogya si tukang becak yang ngehits itu, juga bagaimana JalinMerapi dan juga Blood4Life membantu sesama. Nah, Linimassa kedua ini lebih banyak mengangkat hal-hal di daerah yang dilakukan oleh orang biasa tapi menjadi hal yang luar biasa.

Nonton Bareng Linimassa 2 #FGD2012

Saya beserta teman-teman blogger juga aktivis informasi lain berkesempatan menonton pemutaran perdana film Linimassa 2 pekan lalu. Sepuluh menit pertama, mata penonton disuguhi dengan cerita Ambon. Diceritakan bagaimana Almas juga teman-teman disana berusaha memberi informasi tentang keadaan Ambon kala itu, dimana media-media mainstream dengan hebohnya memberitakan kerusuhan di Ambon. Disaat Ambon sudah mulai membaik, media mainstream berulang kali menayangkan berita yang hanya membuat banyak orang panik.

Almas dkk memberitakan kejadian langsung dari Ambon melalui social media yang membawa kelegaan dari para pembaca. Saat itu, pelan-pelan social media justru menjadi media yang lebih dipercaya. Belum lagi tayangan keindahan Ambon di film itu ditambah dengan lagu Ambon Manise dari Glenn Fredly membuat saya menyesal kenapa waktu itu gak jadi ikut ke Ambon

Ada lagi tentang Kampung Cyber, dimana sekampung itu sudah melek internet, mereka warganya sudah bisa menggunakan internet untuk peluang usaha mereka. Ada juga seorang ibu yang rela mengajar PAUD di sebuah desa tanpa mikirin bayaran, dia buat sebuah kelas untuk belajar dengan bambu dan beratap terpal.

Masih ada lagi Mbak Ayu dari Koalisi Aids yang bercerita bagaimana ia berusaha membantu mensosialisasikan HIV AIDS dengan bantuan web, twitter, FB. Saya pribadi salut dengan Mbak Ayu dengan semua cara yang dia lakukan agar banyak orang tahu bagaimana HIV AIDS itu.

Eh, iya ada juga Bunda Yati, nenek berusia 72 tahun yang aktif belajar ngeblog untuk mengisi banyak waktunya lho, beliau tergabung di Kumpulan Emak-Emak Blogger. Daaaann… ternyata di film tersebut, ada penampakan diriku, dikit sih (malu juga kalo banyak) paling juga 2-3 detik gitu deh

Ah, ternyata masih banyak orang-orang biasa yang mampu melakukan hal-hal luar biasa seperti ini ya.

Tanpa bantuan siapapun kita sebenarnya bisa melakukan perubahan ~ Shita Laksmi

Bagi yang mau nonton filmnya, yang sabar ya. Linimassa 2 akan segera didistribusikan. Bagi yang mau ikut nyawer untuk film ini masih boleh lho, cek aja infonya disini ya.

Sebentar Menikmati Kuala Lumpur

Malaysia Truly Asia katanya, iya kah?

Yeah, ini postingan yang tertunda. Tapi ya, daripada tidak sama sekali, saya mau cerita ah soal perjalanan ke Kuala Lumpur akhir Juni lalu.

Sebenernya perjalanan saya ke Kuala Lumpur adalah untuk mendampingi temen-temen TKI disana mempelajari bagaimana ngeblog, walau begitu sedikitnya waktu disempatkan saja untuk paling tidak melihat twin tower dari jarak dekat saat bersinar terang kala malam hingga jalan-jalan di Pasar Seni.

Ini perjalanan pertama saya keluar negeri sendirian, ya walau sesampainya disana saya bertemu dengan Mbak Dewi, Mbak Anaz, Mas Baha, Felix dkk tapi tetap saja menurut saya lebih enak kalo gak sendirian, ada yang diajak ngobrol gitu. Yang paling saya perhatikan dari Kuala Lumpur adalah bagaimana transportasi umumnya.

Twin Tower malam itu

Awalnya saya naik taksi dari airport ke KLCC, lebih karena pengen cepet nyampe dan perut udah memberikan alarm kelaperan akut. Saya pun nyetop taksi, tapi mereka kompak bilang harus beli tiket dulu di dalem (kedatangan). Oke, awalnya saya pikir taksinya keren nih, teratur gitu. Dan… pas beli tiket taksi, ternyata lumayan mihil juga ya, Rm 74,5 menuju ke KLCC.

Besoknya, saya beserta Mbak Dewi dan Mbak Anaz menuju KBRI dari hotel di kawasan Petaling, China Town nyetop taksi dan taksinya gak mau pake argo. Oke tawar menawarlah disana. Dan ternyata begitulah taksi di Kuala Lumpur, hampir sebagian besar gak mau pake argo dan menurut saya taksinya gak jauh lebih bagus dari di Jakarta apalagi Palembang yang masih kinclong.

Read More

Belajar Ngeblognya Para TKI di Kuala Lumpur

TKI juga butuh menulis dan didengar!

Kalo kita tanya diri kita sendiri, menulis buat apa sih? Pengen berbagi aja, membagi suka duka, seneng sedih dan semua informasi yang kita ketahui. Begitu juga para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tetangga seperti Malaysia, mereka berhak menulis apapun yang mereka jalani dan rasakan selama berada di negeri orang.

Minggu, 24 Juni lalu saya berkesempatan berlibur mendampingi para teman-teman TKI di Kuala Lumpur, Malaysia belajar ngeblog. Jangan salah lho, ternyata mereka gak segaptek yang mungkin banyak orang kira. Apalagi 39 orang teman-teman TKI yang hadir di KBRI Kuala Lumpur seharian itu pada semangat belajar soal blog.

modul yang disiapin
modul yang disiapin

Jadi, ini kali pertama saya pake label ‘Relawan TIK‘ selain sebagai fellow Internet Sehat dan langsung ada di Kuala Lumpur gitu ya

Awalnya, saya dikenalkan dengan Mbak Anazkia yang berada di Malaysia oleh Almas. Setelah cerita dan ngobrol-ngobrol via konferen Y!M, akhirnya kita sepakat bantu Mbak Anaz dan Mas Baha untuk bikin portal sendiri, dengan nama suaratki.web.id. Karena kita lihat teman-teman TKI disana banyak tapi ternyata masih belum banyak yang ngerti soal blog, maka kita coba bikin pelatihan. Daaan… akhirnya Mbak Anaz cs bisa bekerja sama dengan pihak KBRI disana untuk penyelenggaraan workshop blog.

Bu Nurul Dewi dan Pak Fandhy dari perwakilan KBRI Kuala Lumpur sangat setuju dengan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk para TKI. Katanya kalo bisa temen-temen disana bikin kegiatan rutin yang akan di support penuh oleh pihak KBRI. Seneng banget ya. Saya juga ngerasa salut sama Pak Fandhy yang akhirnya harus ‘kerja’ di akhir pekan karena workshop kali itu. Pak Fandhy rela ngikutin workshop dari awal sampe akhir, ikut ngajarin temen-temen TKI yang menemui kesulitan saat praktek buat blog juga ikut mendokumentasikan kegiatan hari itu. Terima kasih ya pak

temen-temen TKI lagi belajar ngeblog

Workshop ngeblog hari itu berjalan lancar dari pukul 10.00 – 17.00 yang diisi gak cuma pratek buat blog tapi juga ada sharing tentang Internet Sehat dari Mbak Dewi dan juga saya yang berbagi tips-tips menulis blog. Di sesi kedua, teman-teman diminta untuk langsung menulis dan ternyata…. tulisan mereka bagus-bagus lho. Kebanyakan dari mereka nulis soal suka duka bekerja sebagai TKI dan walau susah nyari yang terbaik, akhirnya kita dapet 6 orang yang tulisannya paling baik.

Read More

Bertemu dengan Emak2Blogger

Siapa bilang blogger perempuan itu biasa aja? Mereka itu luar biasa!

Saya pernah cerita kan ya, kalo saya bantuin para ibu-ibu (perempuan dalam arti lebih luas) untuk sama-sama nulis di emak2blogger.web.id. Karena saya tau dari awal para perempuan yang tergabung dalam Kumpulan Emak Blogger (KEB) ini semua pada nulis. Januari akhir lalu saya, Mbak Mira, Mbak Sary dan Mbak Indah sepakat untuk mengajak para ibu-ibu itu untuk menulis reramean di web, gak cuma nulis di blognya masing-masing. Dan ternyata, responnya baik sekali.

Makmin istilahnya

Di bulan Februari lalu kita coba buat kontes nulis di KEB, hadiahnya bisa dibilang kecil lah ya cuma barang-barang gitu, tapi amazing saya ngeliat responnya, ternyata ada 62 tulisan gitu cuma dalam waktu 1 minggu. Saya kaget campur seneng banget, ternyata semangat para ibu-ibu untuk berbagi itu luar biasa besar.

Karena itu, saya ngajak untuk bisa bikin kopdar gitu dibalut namanya gathering  gitu deh. Minggu (29/04) kemaren akhirnya dibuatlah acara ini. Awalnya kita mengajak banyak para emak untuk bisa hadir, tapi ternyata yang hadir hanya sekitar 25-an orang saja. Tapi tak mengapa, saya senang melihat para ibu-ibu yang hadir hari itu semangat banget, serius mendengarkan sharing dari para blogger hebat kayak Mbak Eka dan Mbak Isnuansa.

Mbak Eka & Mbak Isnuansa

Acara emak-emak hari itu, kia dibolehin pake lantai 3nya IDC 3D. IDC ini Internet-Indo Data Centre, tapi ternyata pas sampe tempatnya, gak kayak tempat server yang ada dalam pikiran saya, penuh lemari server gitu. Tempatnya enak banget, berasa di rumah gitu deh, warna warni pula. Nyaman sekali. Mas Vega (orang IDCnya) mengenalkan apa itu IDC dan para emak juga diajakin jalan-jalan liat ruangan servernya sampe dijelasin kabel UTP segala, gak tau deh tuh ngerti kagak  Di lantai 3 IDC 3D itu asyik banget lho, wifi, ac dingin, toiletnya bersih, boleh ngopi ambil sendiri, ada mushola ada tv gede juga. Komplit deh.

Read More

Cerita Workshop Palembang : Perempuan & Internet

Walau labelnya Perempuan & Internet, workshopnya masih diikuti laki-laki juga kok

Workshop Perempuan & Internet

Dua hari lalu temen-temen Wongkito ngadain workshop yang dikasih judul Perempuan & Internet : Peluang Usaha Terbuka!. Sebenarnya acara ini emang dilabel ‘ict 4 women’ jadi emang ditujukan untuk para perempuan, tapi karena beberapa nanya boleh gak laki-lakinya ikut, ya saya rasa gak masalah ya, toh pembicaranya juga ada yang laki-laki. Dan, terbukti kira-kira ada 20% dari hampir 80 orang peserta workshopnya itu laki-laki dan mereka menyimak dengan serius acaranya.

para pembicara #ict4wplb

Hari pertama, Selasa 20 Maret 2012 ada kelas sharing soal blog, socmed, internet sehat dan juga bagaimana memulai bisnis di internet. Setelah pembukaan (gak tau juga ya kenapa harus dibuka secara formal gitu) oleh Pak Yulizar yang adalah Pembantu Ketua 1 STIE MDP dan sedikit cuap-cuap dari saya, mbak Ira memulai sesi sharing hari itu dengan ngobrolin soal Pemanfaatan Blog dan Media Sosial.

peserta yang hadir #ict4wplb

Abis sesinya Mbak Ira langsung dilanjutkan sharing dari Mas Acep dengan tema ‘Perempuan Melek TI’ tapi juga dilengkapi dengan sharing Internet Sehat. Sesinya Mas Acep ini seharusnya emang yang ngisi itu Mbak Dewi, tapi karena adanya kesibukan riset Mbak Dewi akhirnya digantikan Mas Acep. Banyak juga yang nanya soal blog dan Internet Sehat ke Mbak ira dan Mas Acep, malah ada yang masih mikirnya blog itu dipake atau diisi kalo lagi gak ada kerjaan ajalah, kurang penting katanya

Read More