Nike.my.id : Blog Khusus Review Buku

Akhirnya gabung juga sama temen-temen Blogger Buku Indonesia (BBI) :)

Sebenernya berat buat saya punya banyak blog *tsah*, takutnya sih jadi susah apdet sana sini gitu. Apalagi dari dulu saya udah ngereview buku di blog ini, jadi saya pikir lebih enak jadi satu begini. Tapi, kadang saya menyadari juga mungkin temen-temen yang baca blog ini akan bosan karena dipenuhi dengan review blog (padahal sebenernya sebulan juga paling banyak 4 posting review buku).

nike.my.id
nike.my.id

Dengan banyak pertimbangan akhirnya saya pikir gak ada salahnya untuk punya blog khusus soal review buku ini. Pertama, teman-teman yang memang pengen liat seputar buku bisa mengunjungi blog itu saja. Kedua, saya ‘dipaksa’ untuk punya blog khusus sama temen-temen BBI biar sah dan terdaftar jadi blogger yang ngomongin dan nulis review buku. Ketiga, saya pengen punya domain my.id cuma emang blom tau mau dipake buat apa.

Read more

Festival Pembaca Indonesia 2012

Tahun kedua ikut reramean di Festival Pembaca Indonesia. Rame sama kayak tahun lalu dan selalu ketemu temen-temen baru.

Temen-temen GRI dari berbagai kota (foto : Iyut)

Setelah tahun lalu saya hadir di Festival Pembaca Indonesia 2011 (IRF) tahun ini saya memang udah niat mau hadir kembali. Tentunya buar ngeramein acara tahunan Goodreads Indonesia ini. Tapi kali ini gak buru-buru pulang dan mlipir ke tempat lain, saya ikut acaranya dari awal hingga akhir.

IRF kali ini ditempat yang sama, jadi gak sulit buat saya yang buta jalanan Jakarta ini untuk akhirnya mengingat kembali Plaza Festival, GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. Tapi kali ini saya gak sendiri dari Palembang, Si Fitri akhirnya ikut. Hari itu bertepatan sama Hari Anti Korupsi, di Monas lagi rame orang, pengen ngeliatin bentar sih cuma kayaknya juga dah pada bubar acaranya :D

Setelah ketemu Ayu, Harun, Kak Mia, Kak Roos dan temen-temen lainnya akhirnya saya muter sekali ke pameran. Masih sepi karena masih pagi. Akhirnya ngobrol dulu sama Mbak Truly dan Ine di stand-nya Blogger Buku Indonesia (BBI). Disini saya dibujukin lagi buat gabung ke BBI. Om Rahib udah pernah bilang sih, saya mesti punya blog khusus review buku kalo mau gabung ke BBI. Di stand BBI, semua temen-temen memang para blogger yang nulis semua tentang buku-buku. Akhirnya bisa kopdar sama Dion, Tezar, Helvry dan yang lainnya disini.

Read more

Yok Ke Festival Pembaca Indonesia 2012

Teman-teman tercinta, tahun ini Goodreads Indonesia (GRI) kembali menyelenggarakan Festival Pembaca Indonesia yang telah sukses digelar 2 tahun belakangan.

IRF 2012

Saya sendiri tahun lalu menghadiri Festival Pembaca Indonesia atau juga yang disebut Indonesian Reader Festival (IRF). Banyak yang bisa saya lihat dan bisa dapatkan dalam event buat para pembaca Indonesia itu. Saya sendiri seneng lah bisa bertemu dengan teman-teman Goodreads, berkenalan dengan banyak penulis dan juga orang-orang dari penerbitan buku.

Tahun ini, temanya ‘Luaskan Dunia Membacamu’. Bagi yang merasa gak punya semangat baca, silakan berkenalan dengan teman-teman GRI, dijamin kalian paling gak jadi punya semangat baca lagi deh.

Read more

Dukung Internet Bebas dan Terbuka

gambar : Google

Dunia yang bebas dan terbuka bergantung pada Internet yang juga bebas dan terbuka.
Internet memberdayakan semua orang. Siapa pun boleh berbicara, berkarya, belajar, dan berbagi. Internet tidak dikendalikan siapa pun. Bukan organisasi, individu, atau pun pemerintah. Internet menghubungkan dunia. Saat ini, lebih dari dua miliar orang sedang online. Hampir sepertiga jumlah manusia di planet ini.

Namun, tidak semua pemerintah mendukung Internet bebas dan terbuka.
Terjadi peningkatan penindasan atas kebebasan Internet. Empat puluh dua negara memfilter dan menyensor konten. Hanya dalam dua tahun terakhir, berbagai pemerintah telah memberlakukan 19 hukum baru yang mengancam ekspresi kebebasan online.

Beberapa dari pemerintah tersebut berusaha menggunakan rapat tertutup pada bulan Desember untuk mengatur Internet.
International Telecommunication Union (ITU) mengumpulkan para pembuat peraturan dari seluruh dunia untuk menegosiasikan ulang perjanjian komunikasi berusia puluhan tahun.

Perubahan yang diusulkan terhadap perjanjian tersebut dapat mengizinkan penyensoran dan mengancam inovasi.
Beberapa usulan dapat mengizinkan pemerintah untuk menyensor pendapat yang sah, atau bahkan mengizinkan pemblokiran akses Internet.
Usulan lain mungkin mengharuskan layanan seperti YouTube, Facebook, dan Skype untuk membayar biaya baru ketika orang-orang melintasi batas negara. Hal ini dapat membatasi akses informasi, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang pesat.

ITU adalah tempat yang salah untuk membuat keputusan tentang masa depan Internet.
Sebab, hanya pemerintah yang berhak bersuara di ITU. Termasuk pemerintah yang tidak mendukung Internet bebas dan terbuka. Insinyur, perusahaan, dan orang-orang yang membangun serta menggunakan web tidak memiliki suara.
ITU juga bersifat rahasia. Konferensi dan usulan perjanjian tersebut dirahasiakan.

Read more

Dewan Pers, Jurnalis, Blogger dan Media di Bali Media Forum 4

Lagi. Ngomongin etika.

Namanya juga forum ya, isinya memang ngomong dan diskusi. Kali ini Bali Media Forum (BMF) mengambil tema Ethical Journalism and Citizen Media: Giving People a Voice in Support of Democracy. Acara ini masuk dalam rangkaian acara Bali Democracy Forum yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali 7-9 November 2012 oleh Dewan Pers didukung oleh Thomson Foundation dan Institute of Peace and Democracy.

bmf4-2012
Bali Media Forum

Yang hadir dalam BMF ke 4 tahun ini yaitu perwakilan dewan pers, jurnalis dan media dari berbagai negara ditambah dengan para blogger Indonesia, termasuk saya dan beberapa teman lain. Baru kali ini sepertinya BMF mengundang para blogger dan dari social media, karena sesuai dengan tema yang diangkat.

Dalam 2 hari BDF diisi dengan sharing dari para perwakilan berbagai negara, baik dari dewan pers ataupun media dan dari jurnalis tentang bagaimana situasi terkait media dan jurnalisme di negaranya masing-masing baik itu media mainstream juga social medianya. Menarik mendengar banyak cerita dari Malaysia, Philipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Srilanka, Australia, Pakistan, China, Norwegia hingga Timor Leste.

Read more

Blogger Itu Pejuang HAM

Teman : Bahasanmu berat Nik, soal HAM. Mbok ya yang ringan-ringan aja gitu.
Saya : Gak kok, Saya mah nulisnya yang ringan kok, ya dibuat ringan deh :)

Kalo denger HAM atau Hak Asasi Manusia, ngerasa bahasan berat aja gitu ya. Padahal hal-hal yang selama ini kita tulis yang ringan-ringan pun kadang menyangkut HAM lho sebenernya.

gambar : http://www.government.se

Rabu, 31 Oktober kemarin sebelum acara ID-IGF itu, Saya dan temen-temen blogger bertemu dan ngomongin soal HAM di beskem Internet Sehat. Berkenalan lah dengan Mas Isnur dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Lalu kita diskusi, satu-satu temen blogger ngomong soal HAM yang mereka tau, pernah gak nulis soal HAM dan apa ajalah yang mau ditanyain terkait HAM.

Mas Isnur jelasin soal HAM yang fundamental dengan santai dan enak banget. Jadinya bahasan ini gak seberat yang banyak orang kira. Hampir semua temen-temen menjawab HAM adalah hak yang dibawa dari sejak lahir dan negara lah yang bertanggung jawab atas penegakan HAM. Saya yang sebenernya males bener nyimak soal hukum dan segala pasal hukum, akhirnya juga mau gak mau mesti tau :p

Jaminan terhadap hal atas kebebasan berpendapat dan berekspresi ada dalam Deklarasi Umum Hak-Hak Asasi Manusia (DUHAM), lebih khusus pasal 19 yang bunyinya begini :

Read more

Deklarasi Tata Kelola Internet Indonesia (ID-IGF)

Forum Tata Kelola Internet Indonesia, ngomongin apa aja sih?

Kamis, 1 November 2012, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyelenggarakan Forum Tata Kelola Internet Indonesia atau Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) untuk pertama kali di Hotel Borobudur, Jakarta.

Kalo kita liat dari namanya, forum ini jelas keliatan seperti obrolannya para petinggi saja yang ngomongin gimana mengelola internet di Indonesia. Tapi ternyata gak begitu, para pemangku kepentingan (multi-stakeholder) semua hadir dalam acara itu, baik dari pemerintah, swasta/bisnis dan juga civil society. Saya dan beberapa blogger lainnya dari berbagai kota di Indonesia turut hadir dan menyimak semua yang disampaikan dalam diskusi di acara tersebut.

Sebenarnya ada 5 keranjang Tata Kelola Internet Indonesia yaitu meliputi bidang Hukum, Sosial Budaya, Pembangunan, Infrastruktur dan Standarisasi serta Ekonomi. Tadinya ID-IGF ini akan ngomongin ke semua bidang ini dalam 3 hari pertemuan, tapi ternyata harus dipadatkan menjadi 1 hari untuk ngomongin Hukum, Sosial Budaya dan Pembangunan.

Di keranjang Hukum lebih khusus diomongin soal Cyberlaw and Sovereignty, yang ikut ngomong ada dari Kemkominfo, Kemhumham, Detiknas, Pandi, BRTI, UI dan juga APJII. Ya, yang dibahas soal hukum, kebanyakan peraturan kali ya kita di Indonesia ini :D

Keranjang Sosial Budaya ngomongin Internet and Right to Information, yang ngomong mulai ada dari Kemkominfo, Arus Pelangi, Koalisi Perempuan, ELSAM, AJI, APTIKOM. Sesi ini yang seru menurut saya karena mungkin bersinggungan banget sama blogger dan tentang kebebasan berekspresinya.

Terakhir keranjang Pembangunan soal Enabling Environment to Address Development Problems. Sesi ini udah sesi akhir, yang ngomong juga kaitannya sama pembangunan yaitu dari Kemkominfo, BP3TI, BPPT, FTII, Biznet, Mastel dan Satu Dunia.

Read more