Diary Film di Letterboxd

Setiap orang pasti suka nonton. Ya kan? Siapa coba yang gak suka? Hampir setiap hari yang kita lakukan adalah menonton. Entah nonton film, nonton serial tv, nonton iklan, nonton Youtube sampe mungkin nonton orang kelahi.

gambar dari ajra.es

Sekarang nonton pun gak harus di bioskop, nonton juga bisa di tv rumah, bisa dari laptop sampe dari smartphone. Lebih mudah lagi, sekarang udah banyak aplikasi nonton film walau harus berbayar untuk langganan, tetap aja menonton dengan gawai sudah bisa jadi pilihan asyik.

Sebut saja, Netflix yang paling beken. Walau harus bayar langganan sekitar 100-200 ribu per bulan, orang banyak yang rela bayar kok demi bisa nonton banyak film, serial yang ditawarkan Netflix. Trus ada Iflix juga kalo di Indonesia, sayangnya filmnya kurang banyak dan agak lawas gitu. Ada lagi Hooq dan Viu. Buat penyuka serial Korea kayak saya, Viu adalah aplikasi andalan buat nonton serial Korea terkini. Saya rela bayar 150rb per tahun (kalo dapet promo) untuk premium Viu.

Read More

Ini Mengapa Twitter Masih Lebih Menyenangkan

Waktu itu saya pernah ngetwit tentang bagaimana Twitter lebih menyenangkan beberapa tahun yang lalu dibanding sekarang, kenapa? Alasannya karena temen-temen saya yang dulu gak terlalu banyak lagi ngetwit, udah lebih aktif pamer foto di Instagram. Trus sekarang Twitter jadi gak menarik ya? Gak juga sih, hmmm.. begini….

Sejak Instagram (IG) dibeli Mark Zuckerberg, semua orang yang pake android udah bisa IG-an, orang-orang jadi banyak beralih melihat foto dan video dengan caption yang panjang di sana. Jumlah love dan view video juga follower di IG menjadi lebih menarik untuk ditingkatkan, entah biar terkenal, jadi viral atau biar tetap eksis saja.

Sejujurnya, saya merasa Instagram sangatlah baik untuk memamerkan karya. Saya sendiri follow banyak yang sering memposting foto karya mereka, baik itu gambar dengan tangan, yang suka mewarnai, karya crochet dan yang suka berbagi foto jepretan kameranya. Menarik sekali, saya bisa mendapat banyak ide dari sana. Tapi bagi banyak orang Instagram juga menjadi ajang narsis, ajang pamer foto diri/selfie, keluarga hingga semua yang dipunya, yang tujuannya kadang gak lagi untuk eksis semata.

Mau tujuan orang menggunakan sosial media apa sih ya biarkan itu menjadi tujuan mereka, sejauh itu tujuan yang baik ya silakan saja. Yang menarik adalah bagaimana algoritma Instagram (juga Facebook) yang tidak lagi berdasarkan waktu, tapi yang paling sering kita ikuti dengan like/love atau search via tagar. Jadi, IG dan FB akan menampilkan di feed ya yang sering kita lihat aja, bukan berarti temen-temen yang kita follow gak ada update-an ya, tapi seringkali gak terlihat aja gitu. Apa yang sering kita sukai akan dicatat sama IG/FB untuk dijadikan lahan iklan. Lalu, muncullah iklan yang sesuai dengan apa yang kita sukai. Ini agak mengerikan sebenarnya, sadar atau tidak, ada profiler yang melihat kebiasaan kita (soal ini sepertinya menarik untuk ditulis terpisah).

Lalu mengapa orang-orang sekarang lebih suka nengok IG-story daripada post feed? Menurut saya karena orang lebih suka melihat hal remeh/sepele, update gak perlu diedit sedemikian rupa dan sesuai waktunya, yang lebih update akan berada di sisi paling kiri. Itu berarti sebenarnya kita menyukai posting sesuai garis waktu kan ya?

Garis waktu yang masih digunakan Twitter adalah salah satu kunci kenapa Twitter masih terasa menyenangkan buat saya. Saya bisa melihat twit mana yang lebih update setiap harinya. Fitur yang diberikan Twitter juga menjadi lebih baik dengan adanya mute keyword, jadi untuk menghindari orang-orang yang suka ngetwit gak jelas dan menjurus ke fitnah dalam urusan politik bisa kamu matikan (mute). Dan yang paling penting adalah, menurut saya di Twitter saya bisa lihat bagaimana pandangan orang tentang apa saja. Bagaimana orang-orang menilai sesuatu secara pribadi. Twitwar juga kadang menjadi menarik seperti debat, banyak ide yang dimunculkan. Saya seringkali juga bisa bertanya dan mendapat jawaban dari teman-teman untuk banyak hal, dari yang remeh sampe yang berat sekali pun. Itu mengapa saya lebih menyukai Twitter hingga saat ini.


Faber-Castell Hadirkan Lomba Mewarnai Keluarga di 61 Kota

Apa yang ada dalam benak kamu ketika disebutkan Faber-Castell?
Pasti jawabannya, alat gambar. Ya crayon, pensil warna, sampe pensil 2B buat ujian.
Merk Faber-Castell udah tercipta baik dalam banyak produknya, kualitasnya pun oke punya, wajar aja Faber-Castell sudah ada sejak tahun 1761. Anak saya pun kalo mau beli alat gambar ya maunya Faber-Castell karena memang lebih oke.

Nah, sebagai produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia, Faber Castell rutin mengadakan beragam kegiatan untuk mendorong tumbuhnya generasi kreatif di Indonesia, salah satu diantaranya adalah lomba gambar. Faber-Castell Indonesia sendiri sudah menyelenggarakan lomba gambar usia dini ini sejak tahun 2011 lalu, karena Faber-Castell percaya bahwa sejak dini kreativitas sudah bisa dikembangkan.

press conference, family colouring competitions, Aryaduta Hotel 19 Sept 2018

Tahun 2018 ini, Faber-Castell menyelenggarakan kembali lomba gambar yang diberi tajuk Family Colouring Competitions, dengan tema Happy Family. Kenapa disebut lomba keluarga? Bapak Richard Panelewen, product manager PT Faber-Castell Internasional Indonesia mengatakan, lomba ini yang ikutan gambar dan mewarnai gak cuma anaknya saja, tapi juga melibatkan partisipasi aktif orangtuanya, bisa ayah atau ibunya. Sehingga kegiatan ini diharapkan mampu menjadi kegiatan yang menguatkan kehangatan keluarga dan menghadirkan waktu berkualitas bersama keluarga dan menghasilkan sesuatu yang kreatif. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye Faber-Castell, #Art4all, di mana seni dapat dinikmati oleh banyak kalangan, dari usia dini, remaja, orang dewasa, lansia, dan semua keluarga.

Lomba ini akan digelar di 61 kota di Indonesia untuk tingkat anak usia Taman Kanak-Kanak/PAUD/RA dengan menggunakan crayon (hexagonal oil pastel) Faber-Castell. Tapi, tenang aja gak cuma kota besar di Indonesia kok yang akan disambangi Faber-Castell, tapi juga banyak kota kecil di Indonesia akan digelar juga, sehingga anak-anak di kota kecil juga bisa ikutan dalam lomba tahun ini. Palembang juga termasuk dalam kota yang akan diselenggarakannya lomba gambar ini yaitu pada tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di Palembang Indah Mall, sebanyak 1000 anak beserta orangtuanya bisa mengikuti lomba ini. Untuk Sumatera bagian selatan lomba ini akan diselenggarakan di 18 kota. Para pemenang akan dihadiahi jalan-jalan ke beberapa lokasi wisata menarik di Indonesia, seperti Candi Borobudur di Jawa Tengah (untuk pemenang area Sumatera), Belitung (untuk pemenang area Jawa) dan Jatim Park (untuk pemenang area Sulawesi dan Kalimantan). Family Colouring Competitions ini direncanakan berlangsung hingga bulan Mei tahun depan.

Bagi yang mau ikutan acaranya di Palembang atau di kota lain, silakan cek info pendaftarannya di Gramedia atau sosial media Faber-Castell ya.
web : http://www.faber-castell.co.id/
twitter : @FaberCastell_id
instagram : @fabercastell_id

Doxing Itu Apa Sih?

Makin maraknya aksi doxing yang dilakukan orang bikin gerah juga sih ya. Data pribadi orang diumbar ke mana-mana, udah gak mikir lagi privasi dan keselamatan orang lain. Tapi sebelum jauh ngomongin doxing, baiknya dikasih tau dulu ya apa itu doxing.

Jadi, doxing itu adalah satu istilah bagi upaya mencari dan mengidentifikasi (hingga menyebarluaskan) informasi pribadi seseorang dengan maksud jahat, dilakukan tanpa seizin pemilik identitas. Istilah doxing sendiri berasal dari kata document tracing yang berarti mengumpulkan dokumen tentang seseorang atau perusahaan tertentu untuk mempelajari mereka lebih lanjut berdasarkan sumber-sumber yang sudah dipublikasikan oleh individu itu sendiri. Wikipedia menghubungkan doxing dengan keberadaan Personally Identifiable Information (PII) yaitu informasi identitas individu, kontak, lokasi, pekerjaan atau identitas unik lainnya yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kehidupan seseorang. Nah, hal ini tuh jadi semakin mudah dilakukan di era jejaring sosial di mana banyak orang mengungkapkan kehidupan pribadinya secara ikhlas di jejaring sosial.

Read More

All New Ertiga Mobil Pas Buat Keluarga

Kalo kamu lagi hunting mobil keluarga yang oke? Cobain deh All New Ertiga!

Jadi ceritanya kami lagi nyari-nyari nih mobil buat keluarga yang cocok. Ya cocok semuanya, cocok desainnya buat keluarga, agak tinggi biar bisa dibawa mudik dan cocok dikantong
Pas banget Sabtu, 26 Mei 2018 kemarin di Palembang Indah Mall, bisa ngecek langsung mobil All New Ertiga yang katanya cucok banget buat keluarga. Ya jadi All New Ertiga baru aja launching sabtu lalu di Palembang. Gak cuma Palembang sih, Sumatera Selatan tepatnya, karena ada 3 kota lainnya yang juga ikut launching All New Ertiga hari itu, yaitu Lahat, Baturaja dan Lubuk Linggau.

Mengusung slogan The New Face of Urban MPV, All New Ertiga memang menjadi pembaharuan setelah versi terdahulunya keluar di tahun 2012 lalu. Tahun 2018 atau 6 tahun sejak saat itu, Suzuki mengeluarkan versi All New Ertiga yang lebih ciamik. Kenapa lebih ciamik? Karena memang lebih oke. Jika versi lama 1400cc, All New Ertiga sudah 1500cc. Desain mobilnya jelas lebih oke dari versi lama, lebih panjang, lebih lebar, lebih tinggi tapi lebih enteng daripada versi lama. Gak cuma desain luar yang lebih oke, tapi desain interiornya pun lebih oke, kerasa lebih mewah aja gitu, padahal bisa dibilang All New Ertiga ini masuk di kategori low MPV (Multi Purpose Vehicle).

Read More