Catatan Setahun Revisi UU ITE

Setahun setelah revisi UU ITE, bagaimana?

Tepatnya 28 November 2016 revisi UU ITE resmi berlaku. Setelah setahun, saya dan teman-teman SAFENET berdiskusi bagaimana yang tanggapan atas setahun ini. Kami catat setidaknya ada 385 aduan dan itu angka yang banyak dalam kurun waktu setahun ini. Kok bisa banyak? Iya, ada pejabat publik yang gak tanggung-tanggung melaporkan ratusan akun di sosial media karena merasa nama baiknya tercemar. Mengerikan kalo saya bilang. Parahnya, meme yang dibuat warganet sebagai sindiran pun tak lagi lucu, semuanya dilaporkan.

Apa semua poin revisi gak ada yang baik?
Beberapa poin memang lebih baik, seperti :
1. pengurangan hukuman dari 6 tahun menjadi 4 tahun dan denda dari 1M menjadi 750 juta rupiah dan tanpa ada penahanan selama penyidikan.
Ini memang lebih baik, tapi pasal tersebut tetap lah pasal karet yang bisa menjerat banyak orang, maka penghapusan pasal tersebut adalah tetap yang diinginkan.
2. Ada Right to be Forgotten.
Ini juga baik sebenarnya, hanya saja harus ada regulasi dan ketentuan yang jelas soal hak ini. Apalagi kalo ketemu kasus koruptor yang minta hak begini?
Read More

Youtube, Tempat Belajar Masa Kini

Siapa yang gak kenal Youtube di era gadget nan canggih sekarang? Hampir semua tahu, dan hampir semua orang mencari tahu banyak hal dari Youtube. Sebutan Artis Youtube pun juga ada, karena nama bisa terkenal dari Youtube.

Saya gak perlu bilang bagaimana semua yang kita cari, baik itu video clip lagu terbaru, tutorial sederhana kayak mengupas bawang secara mudah, hingga film pun ada di Youtube. Sebutan tempat belajar pun rasanya bisa, Youtube memang sarana mempermudah segalanya apalagi tutorial, cara membuat ini dan itu, tips begini dan begitu, dari yang kocak hingga serius.

Saya ingat, waktu saya harus keluar kota untuk beberapa hari, meninggalkan suami dan seorang sepupu laki-laki saja di rumah (anak dititip ke Mama :p). Saya tahu betul, suami saya gak akan masak, pasti beli makanan, tapi beda dengan sepupu saya, kadang dia mau juga masak walau cuma mie rebus atau telor ceplok. Suatu hari mereka mau makan, nasinya gak ada, dan sepupu saya dengan mudahnya mencari cara masak nasi di rice cooker. Saya yang denger ceritanya langsung ketawa, hal mudah memang, tapi bagi yang gak pernah masak menggunakan rice cooker kayak sepupu saya itu sih, hal pertama yang kepikiran ya liat di Youtube. Dan, bener aja, dia bisa karena Youtube.
Read More

Gunakan Kupon Diskon Untuk Belanja Lebih Hemat

Selamat akhir tahun teman-teman
Akhir tahun adalah masa dimana semua yang suka belanja harus bijak ngeluarin duit dan juga kartu, karena akhir tahun banyak banget yang ngasih diskon natal dan akhir tahun. Semua outlet di mall ngasih liat papan besar diskon gede-gedean, itu pertanda gawat kalo udah ikut melipir dengan niat awal cuma liat-liat tapi berakhir dengan bawa hasil belanjaan.

Gak cuma outlet di mall yang ngasih diskon gede-gedean di akhir tahun, tapi juga online shop. Bagi yang suka belanja online ini juga merupakan cobaan terberat. Saya mengakui sering tergoda dengan banyaknya penawaran menarik dari berbagai toko online, apalagi saya ikut serta berlangganan newsletternya jadi tiap kali ada penawaran menarik selalu diinfoin ke email. Saya harus ngaku kalo emang penawaran di toko online kadang lebih menarik ketimbang jalan-jalan di mall.

Tanggal 12 Desember lalu adalah Hari Belanja Online Nasional dan pada saat itu semua toko online ternama gak nanggung-nanggung ngasih diskon sampe 90%. Bikin mata membelalak gak sih? Yang pada suka belanja online pastinya udah mantengin layar monitor cuma untuk ngeliatin jangan sampe barang yang diincer kehabisan stok atau bahkan ada yang toko onlinenya down karena kebanyakan yang akses hari itu.

Read More

Backup Blog Dengan UpdraftPlus

Beberapa hari lalu, saya dikabarin suami kalo backup terakhir database untuk blog ini gagal, otomatis pas pindahan hosting kemarenan blog ini jadi balik ke “hello world”. Hmm… saya berasa degdegan¬†seketika, terang aja¬†ya, saya menulis di blog ini sudah hampir 10 tahun, ya pastinya akan sedih kalo kehilangan banyak tulisan yang pernah ada.

Sebagai yang tinggal pake doang, blog ini memang diurusin hostingnya sama suami, domain juga numpang jadi ya emang tinggal nulis aja gitu. Urusan backup juga, suami paling rajin backup kok, tentunya pake auto backup biar setiap hari semua blog selamat sentosa. Tapi bagi yang ngurusin sendiri blognya, apalagi yang menggunakan layanan yang gak gratis alias yang berbayar mesti rajin-rajin nge-backup karena hal itu sangatlah penting. Menulis blog itu sebuah proses, maka tulisan disana menurut saya perlu disimpan, diarsipkan.

Bagi pengguna WordPress, saya menyarankan untuk menggunakan plugin Updraftplus sebagai bantuan backup. Updraftplus akan backup dan disimpan di dropbox. Pluginnya free dan dropboxnya juga free kan bisa dipake dan juga penyimpanannya lumayan besar. Tinggal di setting aja misalnya backup database setiap hari dan backup file seminggu sekali. Itu yang saya lakukan. Alhamdulilah, hasil backup dari Updraftplus inilah yang bikin blog ini akhirnya selamat isinya

Jadi, bagi yang males membackup tinggal pake plugin ini jadinya aman deh, udah dengan sendirinya akan membackup sesuai periode waktu yang kalian set. Oh ya, selain nyimpen ke dropbox, bisa juga menyimpan ke Google Drive, FTP dan beberapa tempat penyimpanan lainnya, tinggal pilih aja kalian pengen dan pakenya yang mana.

Bagi yang belum backup, sering-sering backup ya

Catatan Akhir Tahun : Kasus Pasal 27 Ayat 3 UU ITE

Sebenarnya, saya merasa blog saya yang tulisannya nyampur-nyampur hal yang ringan kayak gini agak berat kalo ngomongin soal undang-undang apalagi UU ITE khususnya Pasal 27 ayat 3, tapi saya merasa ingin membagikan sesuatu, jadi ya saya rasa gak ada salahnya kan ya

Sejak Undang-UndangNomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada (itu berarti udah 6 tahun) yang paling diresahkan adalah Pasal 27 ayat 3 nya yaitu yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Sejak itu pula Pasal 27 Ayat 3 menjadi ancaman kebebasan berekspresi di ranah maya oleh para blogger dan netizen. Hukumannya pidana penjara hingga 6 tahun dan atau denda hingga 1 milyar rupiah.

Kasus yang heboh pertama kali yaitu kasusnya Prita Mulyasari dengan RS. Omni Internasional lewat media email. Prita dituntut pidana dan perdata, kasusnya menyita waktu yang lama banget, sampe akhirnya baru dinyatakan bebas. Setelah kasus Prita ada banyak kasus lain yang terdengar (diberitakan media) dan juga yang tak terdengar. Hingga November 2014 ini, terhitung ada 72 kasus yang berhasil dicatat oleh SAFENET. Dari 72 kasus itu, yang dinyatakan bebas cuma 2 aja. Rata-rata dinyatakan bersalah dengan hukuman percobaan dibawah 1 tahun dan kebanyakan kasusnya gak kelar, dilaporin aja ke polisi, entah dilanjutkan atau gak, gak jelas.

Read More