Oktober 2014

Banyak momen spesial di bulan Oktober 2014 ini, jadi saya gak bisa sebutkan apa aja kejadian dalam bulan ini dalam judul posting kali ini.

Pertama, 16 Oktober 2014 Ulang tahun ke 7 Komunitas Blogger Wongkito.
Alhamdulilah, Wongkito udah 7 tahun aja. Gak terasa persahabatan kami semua di Wongkito sudah 7 tahun. Bukan lagi sahabat, tapi sudah seperti keluarga kedua buat semuanya. Berbagi semua kisah hidup mulai yang seneng sampe sedih, gak cuma soal blog lagi. Ya, kami sebuah keluarga. Kami merayakannya dengan kumpul-kumpul aja sambil makan dan cerita-cerita kayak biasanya, walau gak ngumpul sebanyak dulu yang sampe berpuluh-puluh, tapi saya harus mengakui mereka adalah keluarga kedua buat saya.

Wongkito 7

Kedua, 20 Oktober 2014 Presiden ke-7 Joko Widodo.
Pelantikan presiden baru Indonesia yang ke-7. Selamat bertugas, Pak Jokowi. Warga Indonesia berharap banyak darimu, terbukti dari syukuran rakyat nan seru di hari pelantikanmu. Dilanjut 6 hari berikutnya, 26 Oktober 2014 Pak Presiden mengumumkan kabinet kerja yang walaupun tidak bisa menyenangkan banyak pihak dan sesuai harapan kita semua, saya merasa senang Pak Lukman terpilih lagi jadi menteri Agama dan Pak Anies Baswedan akan ngurusan pendidikan Indonesia. Harapan saya juga pada Pak Rudiantara sebagai Menkominfo yang baru, semoga bisa mendengarkan banyak keluhan kami soal UU ITE, dan realisasikan revisi UU ITE setidaknya tahun 2015, lebih cepat lebih baik.
Selamat berkerja Pak Jokowi-JK dan kabinet kerjanya!

Read More

Lawan Tulisan Dengan Tulisan

Sebenarnya sudah seminggu tulisan Damar Juniarto tentang Pengakuan Internasional Laskar Pelangi di Kompasiana itu diterbitkan. Saya membaca tulisan panjang itu, dan disanalah saya juga baru tahu nama asli Mas Amang (atau @scriptozoid ) begitu dia dikenal di kalangan Goodreads.

gambar : leverage-pr.com
gambar : leverage-pr.com

Terlepas dari Mas Amang dekat dengan teman-teman Goodreads, saya merasa tulisannya di Kompasiana itu begitu bagus, begitu lengkap, tentunya dia gak akan nulis begitu kalo memang dia gak tahu bener gimana gimananya soal buku penulis ngetop, Andrea Hirata itu.

Saya sendiri penyuka karya Andrea Hirata, silakan buka halaman Goodreads saya disana terlihat penulis favorit saya ya salah satunya Andrea Hirata. Saya kaget ketika kemarin pagi timeline Twitter heboh jika Andrea Hirata memperkarakan tulisan Mas Amang tersebut. Saya gak menyangka langkah tersebut yang diambil oleh Andrea Hirata atas sebuah tulisan tentang karyanya.

Read More

Foto Dulu, Baru Makan!

Jangan ngaku anak socmed kalo gak foto-fotoin makanan dulu sebelum dimakan!

Entah bagaimana rasanya itu makanan pokoknya difotoin dulu aja. Trus upload di Twitter/Facebook/Instagram jadi deh anak socmed masa kini, dan… kalo gak pernah lupa kebiasaan ini dan juga nulis di blog soal makanannya jadi deh kamu blogger kuliner.

Saya bukan tipe yang suka motoin makanan sebelum dimakan. Mau masakan sendiri kek mau makanan di resto kek, kayaknya yang paling enak ya nyobain makanannya. Hampir selalu saya lupa motoin makanannya, langsung aja hajar dimakan (gak lupa cuci tangan dan baca doa ya). Malah pernah saya justru motoin tulang-tulang sup iga yang sudah tandas saya makan.

Ini sih soal selera dan kebiasaan menurut saya. Ada teman saya, yang katakanlah memang blogger spesialis kuliner, tiap makan ya difoto dulu. Ada yang akhirnya cuma berakhir di social media macam Twitter dan Instagram dan ada juga yang akhirnya dituliskan benar dalam bentuk tulisan review lengkap beserta harga juga rasa dalam blog.

Mungkin ini lain sama saya, yang menikmati benar makanan (apa gak tahan laper yak? :p) kalo udah tersedia dan gak begitu unik (saya udah pernah makan dan bukan yang gimana-gimana gitu penyajiannya) ya tinggal dimakan aja. Saya malah lebih suka merhatiin desain resto kayak lampu-lampu, kursi, wallpaper, dsbnya sehingga bisa dikumpulin di Pinterest.

Ini soal interest aja sih ya, makin punya kekhususan makin bagus. Tapi, saya sih kayaknya emang gak bakat jadi blogger kuliner.

Festival Pembaca Indonesia 2012

Tahun kedua ikut reramean di Festival Pembaca Indonesia. Rame sama kayak tahun lalu dan selalu ketemu temen-temen baru.

Temen-temen GRI dari berbagai kota (foto : Iyut)

Setelah tahun lalu saya hadir di Festival Pembaca Indonesia 2011 (IRF) tahun ini saya memang udah niat mau hadir kembali. Tentunya buar ngeramein acara tahunan Goodreads Indonesia ini. Tapi kali ini gak buru-buru pulang dan mlipir ke tempat lain, saya ikut acaranya dari awal hingga akhir.

IRF kali ini ditempat yang sama, jadi gak sulit buat saya yang buta jalanan Jakarta ini untuk akhirnya mengingat kembali Plaza Festival, GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. Tapi kali ini saya gak sendiri dari Palembang, Si Fitri akhirnya ikut. Hari itu bertepatan sama Hari Anti Korupsi, di Monas lagi rame orang, pengen ngeliatin bentar sih cuma kayaknya juga dah pada bubar acaranya

Setelah ketemu Ayu, Harun, Kak Mia, Kak Roos dan temen-temen lainnya akhirnya saya muter sekali ke pameran. Masih sepi karena masih pagi. Akhirnya ngobrol dulu sama Mbak Truly dan Ine di stand-nya Blogger Buku Indonesia (BBI). Disini saya dibujukin lagi buat gabung ke BBI. Om Rahib udah pernah bilang sih, saya mesti punya blog khusus review buku kalo mau gabung ke BBI. Di stand BBI, semua temen-temen memang para blogger yang nulis semua tentang buku-buku. Akhirnya bisa kopdar sama Dion, Tezar, Helvry dan yang lainnya disini.

Read More

Dewan Pers, Jurnalis, Blogger dan Media di Bali Media Forum 4

Lagi. Ngomongin etika.

Namanya juga forum ya, isinya memang ngomong dan diskusi. Kali ini Bali Media Forum (BMF) mengambil tema Ethical Journalism and Citizen Media: Giving People a Voice in Support of Democracy. Acara ini masuk dalam rangkaian acara Bali Democracy Forum yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali 7-9 November 2012 oleh Dewan Pers didukung oleh Thomson Foundation dan Institute of Peace and Democracy.

bmf4-2012
Bali Media Forum

Yang hadir dalam BMF ke 4 tahun ini yaitu perwakilan dewan pers, jurnalis dan media dari berbagai negara ditambah dengan para blogger Indonesia, termasuk saya dan beberapa teman lain. Baru kali ini sepertinya BMF mengundang para blogger dan dari social media, karena sesuai dengan tema yang diangkat.

Dalam 2 hari BDF diisi dengan sharing dari para perwakilan berbagai negara, baik dari dewan pers ataupun media dan dari jurnalis tentang bagaimana situasi terkait media dan jurnalisme di negaranya masing-masing baik itu media mainstream juga social medianya. Menarik mendengar banyak cerita dari Malaysia, Philipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Srilanka, Australia, Pakistan, China, Norwegia hingga Timor Leste.

Read More